Cekcok Soal Parkir, Laia Tewas Ditikami

oleh
oleh

posmetromedan.com – Upaya pengutipan uang parkir yang dilakukan Davia Laia berujung maut. Sempat terlibat cecok, pria berusia 28 tahun ini akhirnya meregang nyawa ditikami.

Davia disebut-sebut sebagai anggota organisasi masyarakat (ormas). Penganiayaan berujung kematian tersebut terjadi di depan sebuah rumah makan kawasan Jalan Setia Budi Ujung Medan, Selasa (1/10/2024) malam.

Bendahara Grib Kecamatan Tanjung Sari, Anwar Zebua menyebutkan, korban merupakan jukir resmi. Namun, ketika hendak melakukan pengutipan parkir salah satu rumah makan di lokasi, terduga pelaku tidak terima dan berujung cekcok hingga penganiayaan maut.

BACA JUGA..  Bikin Resah Pengguna Jalan, 14 Motor Knalpot Brong Ditindak

“Dia tidak diterima dibilang pungli, (korban mengatakan) ‘saya ini resmi’, tetap tidak berterima orang ini, terjadi cekcok,” katanya.

Anwar mengatakan, korban meninggal di lokasi penganiayaan setelah mendapatkan tikaman di sekujur tubuhnya. “Kita harapkan kepada pihak kepolisian bahwasanya ini harus diusut tuntas,” tukasnya.

Kapolsek Medan Sunggal, Kompol Bambang Gunanti Hutabarat mengaku, pihaknya telah turun tangan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian penganiayaan maut ini. “Ada tiga orang terduga pelaku yang kami amankan, tapi belum tersangka,” tandasnya.

Salah seorang saksi, Eri mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh warga sekitar di dalam becak motor dengan kondisi berlumuran darah sekira jam 10 malam.

BACA JUGA..  Lima Bulan Jadi Buronan, Pelaku Pembobolan Rumah Akhirnya Tertangkap

Ia mengatakan, setelah penemuan mayat tersebut warga pun langsung melapor kepada pihak kepolisian. Polisi yang mendapatkan informasi tersebut pun langsung datang ke lokasi temuan mayat ini. “Nggak lama datang polisi, langsung dievakuasi jenazahnya,” sebutnya.

Saksi lainnya, Iwan menyebut korban sempat bertikai dengan sejumlah orang di depan salah satu warung makan tempatnya bekerja. Korban ditikam disana. Setelah penikaman korban menumpang becak menunju ke arah simpang Pemda, Jalan Setia Budi, Medan Selayang.

BACA JUGA..  Setahun Kabur dari Lapas, Napi Tewas Sehari Setelah Ditangkap

“Kondisinya sudah berdarah-darah, dia menumpang becak jalan kemari (Simpang Selayang),” sebutnya. Iwan menyampaikan, saat tiba di lokasi kondisinya pun mulai sekarat karena mengeluarkan banyak darah. Lalu tak lama, korban pun meninggal dunia di dalam becak dengan kondisi bersimbah darah.

Lebih lanjut, dia mengatakan beberapa saat kemudian polisi pun datang ke lokasi dan mengevaluasi korban.

“Malam itu jenazahnya langsung dibawa ke rumah Sakit. Cuma nggak tahu, alamat korban ini dimana, informasinya dia orang Nias,” pungkasnya.(bbs)