POSMETRO MEDAN – Para penari (Panortor) sebanyak tiga puluh orang berasal dari SMPN 2 Porsea dan SMP Yayasan Bonapasogit Sejahtera, melakukan tortor cawan. Cawan berada disetiap kepala panortor (penari) sementara tiga orang berperan memercikkan air unte pangir (jeruk purut) kepada penortor lainnya.
Ritual tradisional Marpangir disaksikan oleh wakil bupati Audi Murphy O Sitorus, Kapolres Toba AKBP Vinsensius Jimmy Paparaga, ketua DPRD Franshendrik Tambunan, para camat dan kepala dinas dengan menggunakan ulos.
Panortor (penari) dengan menggunakan ulos termasuk ikat pinggang dari ulos tetap mengikuti alunan gondang hingga usai.
Menurut guru SMP Swasta Bonapasogit Sejahtera Vilia Chintya Sihaloho,. S.Sn
musik gondang yang mengiringi tari tortor atau tarian yang diperagakan yaitu tortor Mula-mula, tortor Somba-somba, tortor Bindu Matoga, Si Bane-bane, Mula jadi, pangurason, Sitio Tio dan tortor Hasahatan membuat suasana khusyuk dan membawa penonton merasakan alunan musik tersebut tempo dulu.
Di lokasi acara Marpangir tidak diperkenankan menggunakan alas kaki, baik itu panitia ataupun tamu termasuk Kapolres Toba AKBP Vinsensius Jimmy Paparaga, ketua DPRD Franshendrik Tambunan dan wakil bupati Audi Murphy O Sitorus.
Mereka kemudian membawa cawan berisi unte pangir ke tepi Danau Toba dan menuangkan semua air dalam cawan ke wadah yang disediakan. Dari wadah inilah para undangan dipersilahkan mengambil air unte pangir untuk dibawa pulang.
“Itulah sebabnya panitia meminta para pengunjung membawa botol kosong tempat air unte pangir untuk dibawa pulang,” terang wakil bupati Audi Murphy O Sitorus.
Acara berjalan singkat dengan baik dan memukau ratusan penonton yang hadir.
“Acara ini akan menjadi agenda tahunan dan semoga kementerian pariwisata bisa ikut mempromosikan danau Toba dan membuat even tahunan di kementerian pariwisata,dm
EDITOR : Putra











