POSMETRO MEDAN – Dugaan perselingkuhan Kepala Desa Serapuh Asli, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, berinisial NH dengan istri orang lain tak kunjung usai.
Teranyar puluhan warga desa yang sebagian besar emak-emak kembali membuat aksi atau memperotes dengan cara menggantungkan bra wanita di depan kantor desa.
Sontak apa yang dilakukan emak-emak ini, menyita perhatianbeberapa kendaraan yang melintas disekitar kantor desa.
Dalam aksinya kali ini, warga tetap ingin kepala desa dicopot dari jabatannya karena diduga berselingkuh dengan istri orang yang sudah memiliki suami yang sah.
Aksi kekecewaan warga padaumumnya para kaum hawa, warga juga membawa spanduk yang bertuliskan “Desa Serapuh Asli Sedang Krisis Moral !!! Akibat Perilaku Kades Yang Tidak Bermoral”.
“Sudah tiga kali atribut demo warga dirusak dan dicabut sebelumnya, kini warga kembali memasang baliho dan menggantungkan pakaian dalam wanita bra alias kutang,” ujar warga bernama Lia, Senin (29/7/2024).
Lanjut ibu tiga anak ini, jika bra yang di gantungkan di halaman kantor desa sebagai ungkapan kemarahan dan kekecewaan warga yang tidak dihargai.
“Digantungkan bra atau kutang itu sebagai ungkapan kecewa dan kemarahan para kaum hawa yang tidak dihargai oleh kepala desa. Jika kepala desa ingin berdamai dengan masyarakat ya silahkan, namun sampai saat ini tidak ada itikat baik oknum kades amoral tersebut,” ketusnya.
Puluhan warga pun berharap kepada Bapak Pj Bupati Langkat, Faisal Hasrimy untuk segera mencopot Kepala Desa Serapuh Asli.
“Kami harap Bapak Pj Bupati Langkat untuk cepat mencopot jabatan Kepala Desa Serapuh Asli,” teriak diamini warga lainnya.
Sementara Sekretaris Desa (sekdes) Serapuh Asli, Yakup mengatakan, soal aksi warga saat ini, ia menyarankan awak media untuk meminta tanggapan BPD.
“Baiknya BPD untuk tanggapan aksi ini. Untuk saat ini pelayanaan administrasi surat menyurat masih berjalan normal. Jika sifatnya emergency kami sampaikan kepada kades,” ujar Yakup.
“Selanjutnya, Pak Camat meminta agar kepala desa tidak dulu masuk ke kantor. Kalau ada permasalahan sifat administrasi, kami sebagai perpajangtangan untuk meminta tanda tangan ke pak kades,” Tutup Yakup.
REPORTER : Ryan
EDITOR : Rahmad












