Bupati Humbahas Pimpin Rapat Penanganan Stunting di Puskesmas Hutapaung

oleh
Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Dosmar Banjarnahor memimpin rapat penanganan Stunting di wilayah kerja UPT Puskesmas Hutapaung, Jumat (26/5). (Carlos Simamora/Posmetromedancom)

POSMETROMEDAN.com – Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Dosmar Banjarnahor memimpin rapat penanganan Stunting di wilayah kerja UPT Puskesmas Hutapaung, Jumat (26/5).

Dalam rapat tersebut, Dosmar mengharapkan, Puskesmas Hutapaung bisa menurunkan angka stunting dengan signifikan.

Dosmar menyampaikan, untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Humbang Hasundutan, secara khusus di Kecamatan Pollung perlu ada kerjasama seluruh elemen masyarakat dan saling ada kerjasama yang baik.

“Semua harus terlibat, petugas Puskesmas, Bidan Desa dan Kepala Desa serta keluarga objek stunting harus sependapat dan satu kata untuk menurunkan angka stunting secara bertahap,” tegasnya.

BACA JUGA..  Percepat Rekonstruksi Pascabencana, Bobby Nasution Tinjau Tanggul Sungai Badiri

Dosmar mengatakan, bahwa masyarakat ada yang stunting dikarenakan ketidaktahuan masyarakat, oleh karena itu perlu adanya sosialisasi dari setiap Bidan Desa bekerjasama dengan Kepala Desa bagaimana pola hidup sehat. Secara budaya, stunting seyogianya bisa teratasi karena dalam budaya batak ada istilah “Anakkon hi do hamoraon di au”.

“Dari segi ketersedian air bersih, buah-buahan, sayur-mayur, hewani berlimpah di daerah kita ini. Dengan ketersediaan itu, sebenarnya tidak mungkin ada stunting di daerah ini. Ini kegagalan kita bersama. Kenapa ? Karena tidak ada kepedulian kita kepada masyarakat khususnya kepada ibu hamil dan balita,” ucap Dosmar.

BACA JUGA..  Tepung Tawari 398 Calhaj Langkat, Bupati: Jaga Kesehatan dan Keikhlasan

Mulai sekarang, lanjut Dosmar, seluruh pihak harus bekerja serius, peduli, ini tanggungjawab bersama. “Kalau tidak ada lagi stunting, kita semua sehat, maka masa depan jauh lebih hebat kehidupan. Petugas Puskesmas dan Bidan Desa harus rutin melakukan pemeriksaan. Periksa, periksa lagi dan periksa kembali. Bahasa bataknya ‘Panotnoti dohot parrohahon’ Ini harus dilakukan secara terus-menerus,” ungkap Dosmar.

Dijelaskan lagi, ada 5 (lima)  fase yang harus secara rutin diperiksa oleh Bidan Desa, pertama Remaja Perempuan, kedua Calon Pengantin, ketiga Ibu Hamil, keempat Ibu Melahirkan dan kelima Si anak yang dilahirkan.

BACA JUGA..  Menteri Pariwisata RI Kunjungi Samosir, Vandiko Serahkan Proposal, Minta Dukungan Pusat

Bupati juga menambahkan dan mengajak seluruh Kepala Desa agar mempergunakan Dana Desa untuk mengatasi Stunting di desa masing-masing.

Pada rapat itu, Kepala UPT Puskesmas Hutapaung, Martumpal Siregar bersama seluruh jajarannya Bidan Desa beserta Kepala Desa bersepakat untuk bekerjasama dalam menurunkan angka stunting di wilayah kerjanya.

Hadir dalam rapat itu, Asisten Administrasi Umum Janter Sinaga, Inspektur BP. Siahaan, Kadis Kominfo Batara Franz Siregar, Plt Kadis Kesehatan P2KB dr Gunawan Sinaga, Plt. Kadis PMDP2A Maradu Napitupulu. (*)

Reporter: Carlos Simamora
Editor: Maranatha Tobing