POSMETROMEDAN.com–Seorang mahasiswa yang lulus dan sedang menjalani pendidikan untuk mendapatkan gelar dokter gigi berinisial D, mengaku tak tenang hidupnya lantaran banyak akun-akun fake yang melakukan bully/mencemarkan nama baiknya.
Ketidak nyamanan ini telah dirasakan D sejak 2018 silam.
“Ada salah satu akun fake yang mengirim DM melalui sosial Instagram kepada saya, mengatakan hal yang tidak baik lah bang,” katanya kepada kru Posmetro Medan, Senin (27/2) malam.
D yang merupakan warga Jalan Gereja 2, Kelurahan Sei Agul, Kacamatan Medan Barat, ini awalnya tidak menggubris akun fake yang telah melakukan penghinaan terhadap dirinya.
Namun, kesabaran pria berusia 23 tahun ini akhirnya tergoyahkan setelah beberapa akun fake yang menjelekkan nama nya.
“Saya dibilang positif HIV lah, saya sasimo sana sini mau. Padahal saya tidak seperti itu, yang buat saya kesal juga, akun fake itu mengirim pesan DM kepada teman-teman kuliah saya dulu,” ujar D.
Atas perbuatan itu, ia pun mengaku sempat down dan merasa hidupnya tidak lagi sama.
“Sampai saya lulus dan wisuda, akun fake itu tetap menganggu saya. Dari tahun 2018 sampai 2022 lalu,” ucap D dengan sedih.
Akan tetapi, D pun berencana bakal melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian jika masih ada akun-akun fake yang mengganggu dirinya.
“Untuk tahun sekarang memang udah tidak ada lagi. Tetapi jika ada akun fake atau orang yang melakukan ke saya lagi, saya akan melaporkan nya ke pihak berwajib,” janji D dengan masih sedih atas perlakukan akun fake yang menggangu dirinya.
D mengaku tidak pernah melakukan hal serupa, menghina atau menjelekkan orang lain melalui media sosial.
“Seumur hidup saya, saya tidak pernah melakukan hal begitu bang, menghina orang lalu mengirimnya pesan ke media sosial,” katanya.
Lantaran telah lulus sarjana dan ingin membahagiakan keluarganya, D kini hanya ingin hidup tenang.
“Iya seperti biasa saja bang, jangan ada yang ganggu. Kita kan gak pernah juga ganggu orang. Kemarin ya mungkin karena masih kuliah, kalau sekarang mungkin lain,” tutupnya.
Reporter: Oki Budiman
Editor: Oki Budiman












