Wakil Ketua DPRD Sibolga Minta Polisi Tindaklanjuti Dugaan ‘Barang Panas’

oleh
Tampak pekerja mencabut tiang jaringan internet yang sebelumnya sudah terpasang di salah satu ruas jalan Kota Sibolga. (Aris Barasa/Posmetromedan.com)

POSMETROMEDAN.com – Wakil Ketua DPRD Sibolga, Jamil Zeb Tumori meminta polisi segera turun tangan menindaklanjuti aksi pencabutan puluhan tiang jaringan internet yang dilakukan sejumlah pekerja dari salah satu provider atau penyedia jasa layanan internet di Kota Sibolga, pada Selasa (30/8/2022) tengah malam lalu.

Jamil mengaku heran, karena pihaknya sama sekali tidak mengetahui ada pekerjaan pemasangan tiang jaringan internet yang baru di Kota Sibolga. Tetapi lebih heran lagi, puluhan tiang yang sudah dipasang itu dicabut kembali.

“Tentu saja hal itu mengundang kecurigaan banyak orang. Puluhan tiang yang sudah ditanam, dicabut lagi dalam waktu satu malam, kan aneh. Waktu pekerjaannya masa dilakukan tengah malam, aneh juga kan,” kata Jamil kepada wartawan, Jumat (2/9/2022).

BACA JUGA..  Miliki Daun Ganja, Satu Petani Diringkus di Agara

Jamil juga menilai, alasan pihak provider melakukan pencabutan puluhan tiang internet karena kesalahan kordinat sungguh tak masuk akal sehat.

“Kok sampai puluhan tiang salah kordinatnya. Kalau satu atau dua tiang itu bisa-bisa saja,” katanya.

Dia pun mengapresiasi aktivis LSM VOSY Sumut yang menyoroti dan mengungkap terjadinya aksi mencurigakan yang dilakukan pihak provider tersebut.

Tentunya, hal ini menjadi sinyal bagi pihak kepolisian untuk dapat melakukan penyelidikan dan pengusutan secara tuntas.

Pihaknya juga meminta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Sibolga untuk transparan, apakah perusahaan tersebut sudah mendapatkan izin untuk mendirikan tiang jaringan internet di Kota Sibolga.

“Silakan ditanyakan ke kepala dinasnya. Apakah perusahaan itu sudah punya izin atau belum. Kita minta persoalan ini dapat dibuka secara terang benderang. Hari Senin depan, kita akan mendatangi kantor perusahaan itu untuk meminta penjelasan atau klarifikasi,”kata Jamil.

BACA JUGA..  Tepis Isu di Masyarakat, Dana Donasi Korban Bencana Simangulampe Terkumpul Rp.1,3 Miliar Lebih

Sebelumnya, aktivis LSM VOSY Sumut, Henri Rudolf Lumbantobing mengungkap, pihaknya mendapatkan informasi tentang asal-usul tiang jaringan internet yang dipasang kemudian dicabut lagi oleh pihak provider tersebut.

“Kita menduga, bahwa puluhan tiang tersebut adalah “barang panas” atau barang hasil tindak kejahatan. Dugaan itu dikuatkan dengan aksi pencabutan yang dilakukan pihak provider. Logikanya, kalau tiang itu jelas asal-usulnya, tidak mungkinlah sudah dipasang kemudian dicabut lagi,” kata Henri kepada wartawan, Rabu (31/8/2022).

Henri juga menjelaskan, kalau dilihat secara kasat mata, tiang jaringan internet yang dipasang kemudian dicabut lagi oleh pihak provider tersebut, spesifikasinya sangat mirip dengan tiang yang biasa digunakan oleh PT PLN.

BACA JUGA..  Ratusan Warga Kecamatan Babalan dan Sei Lepan Tuntut Warung Tuak dan Cafe Maksiat Dibongkar

“Menurut informasi yang saya dapatkan, puluhan tiang yang speknya mirip dengan milik PT PLN ini berasal atau didatangkan dari daerah Kepulauan Nias. Kita pun sudah berupaya melakukan konfirmasi ke pihak PT PLN (Persero) Area Sibolga, tetapi belum berhasil. Menurut staf, para pejabat di PT PLN Sibolga sedang ada tugas ke luar kota,” kata Henri.

Kapolres Sibolga, AKBP Taryono Raharja saat dikonfirmasi wartawan mengaku akan menindak lanjuti informasi tersebut. “Belum ada laporan terkait hal tersebut. Akan kami selidiki,”ujar Kapolres. (*)

Reporter : Aris Barasa
Editor: Maranatha Tobing