POSMETROMEDAN.com – Hasil pemeriksaan dokter di Rumah Sakit (RS) TNI AD Losung Batu, Kota Padangsidimpuan, atas penemuan mayat empat anak perempuan yang tenggelam di kolam ikan, Desa Tinjoman Lama, Kecamatan Padangsidempuan (Psp), tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
Hal itu diutarakan Kapolres Kota Padangsidempuan, AKBP Juliani Prihartini SIK, MH didampingi Kasat Reskrim AKP Bambang Priyatno, SSos, pada wartawan usai menggelar olah TKP dan pemeriksaan.
Dimana, kempat korban yang ditemukan sudah tidak bernyawa, Minggu (3/4/2022) sekira pukul 10.30 WIB, di Kolam Pancing milik warga itu, berinisial AH (12), NSS (9), LS (7) dan HH (6).
Keempat bocah malang itu, merupakan warga Desa Lembah Lubuk Raya, Kcamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Kapolres melalui Kasat Reskrim menceritakan, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh pemilik Kolam Pancing, yaitu Bonur Br Hutasuhut (55). Saat itu, Bonur melihat ada 4 bocah terapung di Kolam miliknya.
“Kemudian, pemilik Kolam Pancing menghubungi warga sekitar, Darman Tanjung (30), guna memberitahu hal tersebut,” ungkap Kasat.
Disebut, tak lama Darman tiba di TKP dan menghubungi Kepala Desa Tinjoman Lama, Safril Efendi Tanjung (51). Kepala Desa pun menghubungi Polsek Hutaimbaru, sedangkan Darman turut menghubungi warga lainnya.
Berselang beberapa saat, warga juga menghubungi pihak keluarga para korban, yang diketahui tinggal di Desa Lembah Lubuk Raya.
Dan, sekitar 10 menit keluarga korban tiba di lokasi. Ketika itu, dua orang warga, yakni Veri Harahap dan Batubara, masuk ke dalam kolam pancing guna mengangkat/mengambil salah satu korban, HH.
Disampaikan, warga sempat berupaya memberi pertolongan dengan mengangkat kaki korban ke atas guna mengeluarkan air dari hidung dan mulut. Kemudian, perut korban ditekan dan mengeluarkan buih dari hidung dan mulut.
“Diwaktu bersamaan, personel Polsek Hutaimbaru tiba di TKP. Selanjutnya 3 orang korban (lain) dari dalam Kolam. Warga juga melakukan pertolongan, namun keempat korban sudah tidak bernyawa karena tidak ada nafas dari hidung dan tidak ada detak nadi dari pergelangan tangan,” terang Kasat.
Selanjutnya, keluarga meminta agar para korban dibawa ke rumah sakit untuk dapat perawatan medis. Sesampainya di RS TNI AD di Losung Batu, Kota Padangsidimpuan, dr Susilawaty, menyatakan sudah meninggal dunia sekira 30 menit sebelum tiba di rumah sakit. Berdasarkan keterangan dokter pula, tak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh para korban.
Kasat menerangkan, saat kejadian, Kolam Pancing sedang tidak buka, dikarenakan memasuki hari pertama Ramadan. Meski begitu, gerbang pagar Kolam Pancing, tetap terbuka lantaran tidak dapat dikunci. Alhasil, keempat korban dengan bebas masuk ke dalam Kolam Pancing tersebut.
Berdasarkab keterangan pemilik kolam, sambung Kasat, kedalaman Kolam Pancing variatif, mulai dari tepi sedalam 10 Cm hingga ke tengah yang dalamnya bisa mencapai 2 Meter. Anak-anak sekitar, kerap mandi-madi di Kolam Pancing, meski sudah sering dilarang warga.
“Dan dari keterangan keluarga maupun para saksi, keempat korban tidak bisa berenang,” ditambah usia masih belia,” tutur Kasat.
Pantauan awak media usai kejadian itu, Kapolres Padangsidimpuan AKBP Juliani Prihartini datang ke lokasi didampingi Kasat Reskrim dan Kapolsek Hutaimbaru, AKP M Panggabean, untuk melakukan olah TKP. Begitu juga dengan personel Polres Padangsidimpuan lainnya, baik dari identifikasi (Inavis ) maupun Piket Fungsi yang juga turun ke lokasi. (*)
Reporter: Amran Pohan
Editor: Maranatha Tobing












