Pasar Murah di Pasar sakti Tebingtinggi Timbulkan Kontroversi dengan Pedagang Setempat

oleh

POSMETRO MEDAN – Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Prindakop) kota Tebingtinggi menggelar pasar murah dihalaman Pasar Sakti yang berada di Kelurahan Bandar Sakti, Kecamatan Bajenis Kota Tebingtinggi.

Namun  malah menimbulkan kontroversi dengan pedagang yang berjualan di sekitaran pasar sakti, Selasa (28/07/2026).

Kegiatan Pasar Murah yang mana program tersebut di buat oleh pemerintah kota Tebingtinggi melalui Dinas Prindakop yang bertujuan untuk membantu masyarakat miskin untuk membeli kebutuhan pokok berupa beras, minyak makan dan telur ayam dengan harga di bawah harga pasar.

Namun di sisi lain, sebagian pedagang pasar sakti merasa keberatan karena Dinas Prindakop mengelar pasar murah tersebut di halaman pasar sakti, yang dimana pasar sakit merupakan tempatnya para pedagang yang memasarkan dagangannya kepada pembeli dengan harga yang berlaku dipasaran.

BACA JUGA..  Proyek Misterius? Bangunan di Jalan Asrama Disorot karena Diduga Tak Pasang Plang Izin

Para pedagang memohon agar penjualan sembako murah yang di selenggarakan oleh Dinas Prindakop tersebut tidak berdampingan dengan para pedagang pasar tradisional karena harga yang pedagang jual tidak dapat menyaingi harga yang dijual oleh Dinas Prindakop.

Kadis Dinas Perindakop kota Tebingtinggi Marimbun Marpaung turun langsung melihat jalannya proses penjualan sembako murah yang di gelar di halaman pasar sakti di dampingi pihak satpol PP juga aparat kepolisian dari Polres Tebingtinggi.

BACA JUGA..  Beda Satu Detik! Politeknik Negeri Sriwijaya Raih Emas Lead Mix Panjat Tebing PORSENI XV

Kepada para pedagang setempat Marimbun mengatakan, tidak adanya unsur untuk menyaingi harga para pedagang yang berada di pasar sakti.

“saya menjalankan tugas untuk membantu masyarakat yang sekarang ini harga sembako melambung mahal”, ucapnya.

Namun para pedagang merasa keberatan, salah seorang pedagang bernama Bj boru Simbolon mewakili para pedagang pasar sakti mengungkapkan rasa keberatan jika penjualan sembako murah tersebut berdampingan dengan para pedagang pasar tradisional karena akan berdampak besar kepada para pedagang yang ada di pasar sakti ini.

BACA JUGA..  42 Pecatur dari 17 Politeknik Adu Strategi di PORSENI XV, Sportivitas Warnai Persaingan

“Kami para pedagang pasar sakti merasa keberatan dengan adanya pasar murah yang diadakan disini, ini berdampak pada dagangan kami yang jadi tidak laku. Sementara apa yang mereka jual murah, itu pula yang kami jual, buat saja di lapangan merdeka seperti biasanya”, sebut Bj.

Sempat mendapat protes dari para pedagang, setelah mendapat arahan dari Kadis Perindakop akhirnya para pedagang setempat menarik diri masing-masing kembali ketempat berjualannya. Dan akhirnya penjualan sembako murah berjalan dengan aman dan terkendali.

Penulis : Martin Siagian

EDITOR : Putra