Pengamat UMKM menilai Pasar Murah Tekan Daya Saing Pedagang Lokal Pasar Sakti Tebingtinggi

oleh
Pengamat UMKM Tebingtinggi : Martin Siagian, M.Si.

POSMETRO MEDAN – Kebijakan pasar murah atau Pasar Pengendalian Harga (PPH) oleh Pemerintah Kota Tebingtinggi sebagai langkah jangka pendek yang efektif meredam inflasi, namun berisiko mematikan daya saing pedagang kecil jika tidak melibatkan mereka dalam rantai distribusi.

Pengamat UMKM Kota Tebingtinggi Martin Siagian, M.Si mengatakan, Keputusan pemerintah kota Tebingtinggi melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Prindakop) dengan mengadakan program pasar murah di Pasar Sakti Tebingtinggi hari Selasa (28/07/2026) kemarin dinilai mematikan daya saing pedangan kecil yang berjualan di lokasi tersebut.

“Pedagang mikro di pasar tradisional seperti di Pasar Sakti Tebingtingi pasti kesulitan mencocokkan harga komoditas yang telah disubsidi pemerintah, sehingga berpotensi penurunan omzet harian para pedagang selama masa operasi pasar berlangsung, padahal sudah sempat adanya penolakan oleh pedagang lokal dan meminta untuk pindah ke tanah lapang seperti biasanya, namun permohonan tersebuh tidak di indahkan oleh Marimbun Marpaung selaku Kadis Prindakop dan tetap melaksanakan kegiatan tersebut”, kata Martin Kepada Wartawan, Rabu (29/07/2026).

BACA JUGA..  Kejuaraan Domino Piala Bergilir Malik Syahputra Purba Sukses, TST Ayah Mewakili Kota Tebingtinggi Juara 1

Pengamat UMKM yang juga seorang pengusaha tersebut menjelaskan, selaku sesama pedagang dapat merasakan apa yang dirasakan oleh pedagang lokal di Pasar Sakti. Secara keseluruhan kebijakan pasar murah di Kota Tebingtinggi layak didukung karena manfaatnya cukup besar bagi masyarakat. Akan tetapi, pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara melindungi daya beli masyarakat dan menjaga keberlangsungan usaha pedagang pasar tradisional.

“Harusnya Prindakop melakukan penjadwalan agenda pasar murah pada waktu tertentu dahulu dengan lokasi yang mudah di akses pembeli yang dapat di sebar melalui media sosial, memastikan pasokan cukup, serta melibatkan pedagang lokal dalam pelaksanaannya, bukan menjadikan pedagang lokal sebagai pesaing yang berdampak pada penurunan omzet para pedagang seperti di Pasar Sakti,” ucapnya.

BACA JUGA..  Kejuaraan Domino Piala Bergilir Malik Syahputra Purba Sukses, TST Ayah Mewakili Kota Tebingtinggi Juara 1

Lanjut Martin, Penggunaan tanah lapang sri mersing Tebingtinggi sebagai lokasi tempat penyaluran pasar murah seperti biasanya sudah tepat, selain lokasi mudah di akses juga memiliki ruang yang cukup luas untuk menampung para pembeli bahan pokok murah tersebut. Selagi menunggu antrean para pembeli pasar murah juga dapat berbelanja di pedagang makanan dan minuman setempat, sehingga berdampak juga kepada pelaku UMKM di sekitar lokasi.

Menurutnya, jika harus melaksanakan pasar murah di pasar tradisional harusnya melibatkan pedagang lokal dalam program pasar murah tersebut, sehingga dapat membantu menjaga keberlanjutan usaha mereka sekaligus memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Harusnya gunakan pedagang lokal Pasar Sakti sebagai pemasok atau penjual dengan memberikan kesempatan kepada pedagang yang memenuhi persyaratan untuk menjual komoditas dalam program pasar murah dengan menerapkan proses seleksi yang terbuka dan jelas”, sebutnya.

BACA JUGA..  Kejuaraan Domino Piala Bergilir Malik Syahputra Purba Sukses, TST Ayah Mewakili Kota Tebingtinggi Juara 1

Lanjutnya, Pemerintah dapat memberikan subsidi harga atau biaya distribusi, sementara transaksi tetap dilakukan oleh pedagang lokal. Dengan demikian, manfaat program tetap dirasakan masyarakat tanpa mengurangi pendapatan pedagang lokal di Pasar Sakti secara signifikan. Dan jika jumlah pedagang banyak, buat jadwal bergiliran agar kesempatan berpartisipasi terbagi secara adil.

Kunci keberhasilannya adalah proses yang transparan, kesempatan yang adil bagi pedagang, serta koordinasi yang baik antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, program pasar murah tidak hanya membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi lokal, harapnya.

EDITOR : Putra