POSMETRO MEDAN – Persaingan sengit namun penuh sportivitas mewarnai cabang olahraga catur pada ajang Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) XV Politeknik se-Indonesia yang digelar di Gedung Z Politeknik Negeri Medan, Selasa (28/7).
Sebanyak 42 atlet dari 17 politeknik negeri di berbagai daerah bertarung mengandalkan strategi, ketelitian, dan ketenangan demi memperebutkan medali sekaligus mengharumkan nama institusi masing-masing.
Tujuh belas politeknik yang ambil bagian dalam perlombaan ini adalah Politeknik Negeri Medan, Politeknik Manufaktur Bandung, Politeknik Negeri Bali, Politeknik Negeri Bandung, Politeknik Negeri Bengkalis, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Jember, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Pontianak, Politeknik Negeri Samarinda, Politeknik Negeri Lampung, Politeknik Negeri Manado, Politeknik Negeri Sambas, Politeknik Aceh Selatan, Politeknik Negeri Kupang, Politeknik Negeri Banjarmasin, dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya.
Kompetisi mempertandingkan tiga nomor, yakni beregu, catur cepat putra dan putri, serta catur kilat putra dan putri.
Setiap pertandingan berlangsung dalam atmosfer kompetitif dengan para atlet saling menguji kemampuan membaca permainan, menyusun strategi, dan mengambil keputusan di bawah tekanan waktu.
Technical Delegate sekaligus Ketua Bidang Perwasitan PERCASI Sumatera Utara, Agus Siallagan, mengatakan seluruh rangkaian pertandingan telah dipersiapkan secara matang selama tiga bulan.
Persiapan tersebut meliputi penyusunan jadwal, regulasi pertandingan, hingga mekanisme pelaksanaan untuk memastikan kompetisi berjalan tertib, adil, dan sesuai standar resmi.
“Seluruh persiapan dilakukan secara maksimal agar pertandingan dapat berlangsung lancar, profesional, dan menjunjung tinggi prinsip fair play,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Pertandingan Catur PORSENI XV, Jones Hutagaol, menilai antusiasme peserta sangat tinggi sejak hari pertama pertandingan.
Menurutnya, seluruh atlet menunjukkan sikap sportif sehingga jalannya kompetisi berlangsung kondusif tanpa kendala berarti.
Di sisi lain, salah seorang peserta dari Politeknik Negeri Jember, Muhammad Royhan Firmansyah, mengaku telah menjalani persiapan intensif sebelum tampil di PORSENI XV.
Selain berlatih secara rutin, ia juga mengikuti berbagai kejuaraan di daerah sebagai bekal menghadapi kompetisi tingkat nasional.
“Saya cukup puas dengan penampilan yang ditunjukkan selama pertandingan. Pengalaman ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan,” ungkap Royhan.
Hingga berita ini ditulis, seluruh nomor pertandingan masih berlangsung.
Para pecatur terus berjuang memberikan performa terbaik demi meraih medali emas dan membawa pulang prestasi bagi politeknik masing-masing.
Selain menjadi ajang perebutan gelar juara, kompetisi catur PORSENI XV juga menjadi wadah mempererat silaturahmi, mengasah sportivitas, serta membangun semangat kompetisi sehat di kalangan mahasiswa vokasi Indonesia.(*)
REPORTER: Abay
EDITOR: Oki Budiman












