Tiga Tahun Klaim Asuransi Generali tak Kunjung Dibayar

oleh
Pimpinan Law Firm DYA, Darmawan Yusuf SH, SE, MPd, MH didampingi Dodi SH, MH dan Roni SH, MH saat mendampingi anak kandung nasabah (A), mendatangi kantor Asuransi Generali di Kompleks Multatuli Blok CC, Nomor 25-28 kepada wartawan,  Senin (14/2). (Ali Amrizal/Posmetro Medan)

POSMETROMEDAN.com – Seorang nasabah asuransi Generali merasa kecewa. Pasalnya, 3 tahun lebih klaim yang diajukan tak kunjung dibayarkan.

Itu menimpa salah aatu klien berinisial A (49).

“Tak habis pikir, kantor agency sebesar ini, tidak ada satupun yang bisa kami temui. Cuma diarahkan ke Generali pusat. Jadi apa gunanya klien kami masuk melalui agency, dengan seenaknya buang badan ke pusat. Kalau seperti itu, kita masuk asuransi langsung ke kantor pusat saja, untuk apa melalui agency kalau pimpinan agency ketika klien kami meminta bantuan pencairan klaim malah lepas tangan seperti ini,” Pimpinan Law Firm DYA, Darmawan Yusuf SH. SE. MPd. MH didampingi Dodi SH. MH dan Roni SH. MH saat mendampingi anak kandung nasabah (A), mendatangi kantor Asuransi Generali di Kompleks Multatuli Blok CC, Nomor 25-28 kepada wartawan,  Senin (14/2).

BACA JUGA..  Ibu Rumah Tangga Asal Sergai Ditangkap Polres Tebingtinggi

“Jadi ketika klien kita sakit, tidak mungkin kita suruh ke kantor pusat kan, harusnya yang membantu dari pihak agency ataupun pimpinan agency-nya.” sambung Darmawan.

Masih dikatakan Darmawan, berdasarkan apa yang disampaikan wanita mengaku bernama Uli, merupakan Sekretaris President Multatuli Medan Galaxy kepadanya, bahwa  agency kliennya bernama Suharni Rimba, ada atasannya bernama Suwandi dan di atasnya lagi President Medan Galaxy, Susana, dan di atasnya lagi pimpinan tertinggi Generali Team. Tan Tjing Hoa.

Masih kepada sejumlah wartawan, Darmawan Yusuf menceritakan kronologis persoalan tersebut. Dimana, sekitar Mei 2018 lalu, kliennya masuk asuransi jiwa di asuransi tersebut dengan premi sebesar Rp10 juta setiap bulannya, dan pada Oktober 2018 (5 bulan kemudian), kliennya (A) didiagnosis menderita penyakit kritis, kanker.

BACA JUGA..  Tim Gabungan Polres dan BNN Kota Tanjungbalai Tangkap 3 Tersangka

Sehingga, berdasarkan perjanjian dalam polis asuransi itu, maka seharusnya nasabah (A) mendapatkan manfaat dari perusahaan asuransi sebesar Rp 3 miliar, yakni dari jenis asuransi yang diambil nasabah, CI Add-Plan sebesar Rp 1,5 miliar dan CI-Plan Rp1,5 miliar.

Ironinya, pihak asuransi disebut belum juga mencairkan klaim nasabahnya tersebut dengan berbagai alasan yang terkesan buang badan. “Intinya klien kita tetap bayar (premi), maka ketika ada masalah harus tetap dicairkan, kita sangat keberatan dengan ini,” tutup Darmawan.

Terpisah, saat ditemui pimpinan di Generali Galaxy Team Meda belum berhasil. Dan oleh karyawan disana diarahkan ke Plaza Uniland.

Dicoba hubungi melalui seluler, wanita bernama Susana diketahui selaku President Galaxy Team Generali Medan di nomor 08126000###, dia menjawab, “Mungkin Bapak bisa tanya ke Generali (pusat) kenapa gak bayar. Itu hubungannya antara Generali, agen dan nasabah, kita hanya perantara. Posisi saya dan Suharni Rimba satu level, sama-sama direktur Pak,” katanya, mengelak disebut sebagai atasan agency Suharni Rimba.

BACA JUGA..  Polrestabes Medan GKN di Medan Johor,  Satu Pengedar Sabu Diciduk

Lanjut dikonfirmasi kepada Suharni Rimba, dia membenarkan sebagai agency yang merekrut A. Ketika ditanya mengapa klaim nasabahnya belum dibayarkan? Dia menjawab, “Tapikan dia (A), sudah pakai pengacara dari Jakarta kan. Jadi itu antara pengacara dengan pengacara Pak,” katanya singkat dan seketika memutus sambungan seluler. (*)

Reporter: Ali Amrizal
Editor: Maranatha Tobing

 

EPAPER