Tak Senang Ditegur, Dua Kelompok Pemuda Tawuran

oleh
Warga berkumpul setelah tawuran terjadi Desa Marindal II, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, Jumat (14/1) malam.(OKI BUDIMAN/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com-Dua kelompok pemuda terlibat bentrokan di Desa Marindal II, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, Jumat (14/1) malam.

Kedua kelompok ini terlibat perkelahian karena salah satu kelompok tak senang ditegur ketika mengendarai sepedamotor dengan kecepatan tinggi.

Namun, Polsek Patumbak langsung menyelesaikan perselisihan dua kelompok pemuda itu, Jumat (14/1) malam.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolsek Patumbak, Kompol Faidir kepada kru POSMETROMEDAN.com, Sabtu (15/2) sore.

BACA JUGA..  Bobol Praktik Dokter Gigi, 2 Pencuri Gasak Laptop & Kamera Nikon

“Awalnya, kita mendapatkan informasi adanya dua kelompok pemuda yang berselisih. Kita segera melakukan mediasi dan sudah menyelesaikan perselisihan itu,” kata Kompol Faidir.

Beberapa pelaku tawuran berkumpul untuk melakukan mediasi.(OKI BUDIMAN/POSMETRO MEDAN)

Kata Kompol Faidir, informasi yang diterima pihaknya menyebutkan ada perkelahian antar pemuda Dusun VI dan Dusun VII, Marindal II Kecamatan Patumbak.

Mantan Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan kemudian memerintahkan anggotanya mengecek kebenaran informasi tersebut.

BACA JUGA..  Menghadapi Tantangan Zaman, Rico Waas Tekankan Pentingnya Kerjasama Antar Kota

Di lokasi, petugas mendapati ratusan warga berdiri di sepanjang jalan disebabkan perkelahian antar pemuda tersebut.

Selanjutnya, kedua belah pihak dikumpulkan untuk mediasi.

“Setelah dikumpulkan diketahui pemuda tersebut rata-rata masih berstatus pelajar,” sebut Kompol Faidir.

Petugas Polsek Patumbak memediasi dua kelompok pemuda yang terlibat tawuran.(OKI BUDIMAN/POSMETRO MEDAN)

Dari pertemuan kedua belah pihak itu diketahui, penyebab bentrokan karena seorang pemuda tidak senang ditegur ketika mengendarai sepedamotor dengan kecepatan tinggi.

BACA JUGA..  Jalankan Amanah PPK Kosgoro 1957 Jelang Mubes V, SC Gelar Rapat Bidang Perdana

“Penyebab perselisihan itu karena kelompok pemuda yang di pinggir jalan menegur pengendara sepeda motor yang melaju kencang,” ungkap Kompol Faidir.

Dalam pertemuan itu disepakati kedua belah pihak berdamai dan tidak akan mengulangi perbuatannya dalam surat pernyataan.

“Mereka berdamai saling bersalaman dan memaafkan tidak mengulangi perbuatannya, saling menjaga ketertiban tempat tinggalnya,” pungkasnya.(*)

 

REPORTER: Oki Budiman

EDITOR: Sahala Simatupang