Tahun Ini Normalisasi Sungai Bedera Dimulai 

oleh
Wali Kota Medan, Bobby Nasution saat meninjau Sungai Badera, beberapa waktu lalu. (Ali Amrizal/Posmetro Medan)

POSMETROMEDAN.com – Tahun 2022 ini Sungai Badera akan segera dimulai. Kabar menggembirakan ini terlaksana berkat kolaborasi antara Pemko Medan Badan Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Keberhasilan kolaborasi itu berkat upaya Wali Kota Medan, Bobby Nasution. Seperti diketahui, dengan dilaksanakannya normalisasi di alur Sungai Badera, diharapkan bisa menjadi salah satu upaya menangani banjir di Medan.

Kepala Bappeda Medan, Benny Iskandar mengatakan, kolaborasi yang dijalin Wali Kota dengan Kementerian PUPR telah membuahkan hasil. Normalisasi Sungai Bedera menjadi program bersama Pemko Medan dengan Kementerian PUPR.

“Penetapan lokasi normalisasi Sungai Bedera sudah dilakukan, kemudian akan dilanjutkan dengan appraisal atau penilaian. Sedangkan untuk konstruksi sudah dianggarkan oleh Kementerian PUPR melalui BWSS II,” sebutnya di kantor Wali Kota, Kamis (6/1).

BACA JUGA..  Rico Waas Usulkan 35% Anggaran Untuk Pembangunan Medan Bagian Utara

Lokasi normalisasi Sungai Bedera ini meliputi wilayah Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang. Di Medan, terang Benny Iskandar dimulai dari aliran di kawasan Jalan Gatot Suboroto sampai pertemuan dengan jalan tol Jalan Asrama. Sedang di Deliserdang mengatakan, dari pertemuan dengan jalan tol itu ke arah hilir sepanjang 1 km.

Untuk pembebasan lahan di wilayah Medan, lanjut Benny Iskandar, Pemko Medan menganggarkan Rp45 miliar, masih ada kekurangan dari total anggaran Rp75 miliar. Sedangkan untuk wilayah Deliserdang diperkirakan membutuhkan anggaran pembebasan lahan sebesar lebih kurang Rp11 miliar.

BACA JUGA..  Polisi Lepas Tembakan Tangkap Pemalak Sopir

“Inilah masih kita minta kepada BWSS untuk menambah anggarannya untuk pembebasan lahan. Dan itu sudah disanggupi BWSS. Kita optimis pada tahun 2022 ini proses pengadaan lahan sekaligus pembangunan fisik sudah bisa dimulai dan diselesaikan,” sebut Benny Iskandar.

Benny Iskandar menyebutkan, normalisasi Sungai Bedera ini akan mereduksi banjir sekitar kawasan Perumnas Helvetia dan Kawasan Helvetia Pantai Timur dan Barat sampai ke Jalan Amal Luhur dan sekitarnya.

Kegigihan Bobby Nasution mengembangkan kolaborasi, baik dengan pemerintah pusat maupun pemkab/pemko mendapat menuai pujian dari masyarakat, termasuk dari kalangan akademisi. Beberapa waktu lalu Prof. Dr. R. Hamdani Harahap, M.Si, Guru Besar Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara menilai kolobarasi adalah langkah tepat dalam penanganan banjir.

BACA JUGA..  BPK Soroti Dana Deposit Pengelolaan Parkir Rp1,3 M di Dishub Medan, Rico Waas: Setiap Temuan di OPD Pasti Ditindaklanjuti

“Banjir adalah masalah antar kabupaten/kota. Begitu juga dengan masalah Sungai Bedera, selain mendorong wilayah lain seperti Deli Serdang untuk ikut bersama melakukan normalisasi, harus juga koordinasi dengan BWSS. Dan Bobby Nasution memiliki kapasitas untuk itu. Semua kementerian baik di pusat maupun provinsi mendukung langkah kerja Pak Bobby,” kata Hamdani.

Dia pun berharap normalisasi ini dilakukan dengan berlandaskan analisis yang dalam hingga hasilnya dapat bertahan dalam waktu jangka panjang. (*)

Reporter: Ali Amrizal
Editor: Maranatha Tobing