Polres Samosir Rilis Pengungkapan Kasus November 2021, Kapolres Tegaskan Pelaku Cabul Bukan Pendeta

oleh -570 views

POSMETROMEDAN.com – Polres Samosir  bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat merilis pengungkapan kasus di Bulan November 2021, yang terdiri dari pencurian, narkoba dan perbuatan rudapaksa (cabul).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres AKBP Josua Tampubolon juga menegaskan bahwa pelaku pencabulan terhadap 4 korbannya yang masih dibawah umur, bukanlah seorang pendeta. Kapolres juga menyebutkan, kalau Kabupaten Samosir saat ini dalam kondisi situasi aman.

“Situasi sekarang secara umum di Kabupaten Samosir, aman. Terkait percepatan pelaksanaan vaksin di Samosir sudah mencapai 92 persen. Target hingga Desember ini mencapai 100 persen. Sehingga kita kembali ke level satu”, ujarnya di Halaman Mako Polres Samosir, Pangururan, Sabtu (27/11/21).

Kapolres menjelaskan, dalam kurun waktu dari tanggal 4 November hingga 27 November 2021, pihaknya berhasil mengungkap 5 kasus tindak pidana diantaranya 2 kasus pencurian, 2 kasus pencabulan, dan 1 kasus narkoba.

BACA JUGA..  Wali Kota Tekankan Jangan Ada Silpa di Tahun 2022

“Polres Samosir berhasil mengungkap kasus pencurian laptop di SMP Negeri 2 Satu Atap Sianjur Mula Mula, kasus narkoba yang tersangka merupakan koki (penjual mie pansit) di Pangururan, kasus pencabulan anak dibawah umur yang korbannya merupakan keterbelakangan mental,” bebernya.

Untuk kasus pencabulan terhadap 4 anak di Onan Runggu, CR (15), AR (12), NR (9), TR (6) warga Desa Sipira, Kapolres membantah bahwa tersangka bukan berprofesi sebagai Pendeta, seperti yang diberitakan.

“Tersangka SS (30), pelaku pencabulan terhadap 4 orang anak di Onan Runggu, bukan seorang pendeta atau hamba Tuhan. Beliau hanya pernah membantu pelayanan rohani di tempat pelayanan si Pelapor NR, yang juga orang tua dari korban,” pungkasnya.

BACA JUGA..  Polisi Gerebek Penampungan TKI Ilegal, 12 Orang Diamankan

Tersangka SS diamankan di Humbang. “Saat kita periksa, pengakuan tersangka SS tamatan Sarjana Theologia di Karimun. Namun tersangka tidak bisa menunjukkan bukti kalau dia sarjana Theologia,” ucap Josua.

Tersangka SS melakukan perbuatannya dengan cara memeluk, mencium, dll. SS disangkakan melanggar pasal 82 Nomor 23 Tahun 2002 Undang Undang perlindungan anak dengan ancaman 9 tahun penjara.

Untuk kasus pencurian di SMP N 2 Satu Atap Sianjur Mula Mula, Polres Samosir mengamankan tersangka FL dan AZ warga Siantar. Dengan menggunakan dua alat (obeng dan kunci ring), kedua tersangka merusak pintu ruangan sekolah tempat penyimpanan Laptop dan tablet.

BACA JUGA..  Bobby Nasution : Target Lansia yang Sudah 2 Kali Vaksin & Lebih 6 Bulan

Tersangka FL merupakan pekerja buruh bangunan sebagai tukang cat di sekolah SMP N Atap Sianjur Mula Mula. “Setelah pekerjaan selesai, pelaku FL pulang ke Pematang Siantar. Dan dia datang kembali dengan mengajak temannya berinisial AZ untuk melancarkan aksinya. Kedua tersangka kita amankan di pematang Siantar,” ucapnya.

Selain mengamankan dua unit sepeda motor yang tidak memiliki dokumen resmi, Satlantas Polres Samosir juga memusnakan 7 knalpot racing diluar standart berlalu lintas.

“Kita ingin Samosir aman, nyaman dari suara knalpot pengendara. Dan juga saya perintahkan kepada anggota, bilamana ada warga yang sok anggar jago atau preman?, segera tangkap  dan proses”, tegasnya.  (sms/gib).

EPAPER