Monitoring Isoter di Kapal KM Bukit Raya, Thohir : Masyarakat Harus Dukung Program Pemerintah 

oleh -118 views

POSMETROMEDAN.com – Wali Kota Medan, Bobby Nasution menyambut kehadiran Menteri BUMN, Erick Thohir dan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi di Terminal Bandar Deli, Dermaga 007, Kecamatan Medan Belawan, Sabtu (21/8).
Kunjungan kedua Menteri tersebut ke Kota Medan ini dalam rangka monitoring pelaksanaan isolasi terpusat (isoter) terapung yang menggunakan Kapal KM Bukit Raya.

Kapal berkapasitas 462 bed dengan standart protokol kesehatan ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang dapat menunjang kesembuhan para pasien covid-19 seperti tempat tidur, panggung senam, sarana ibadah dan fasilitas hiburan lainnya. Tidak hanya itu saja, tenaga kesehatan yang telah ditugaskan juga selalu siap sedia memantau kondisi pasien selama menjalani isolasi. Hingga saat ini tercatat sudah ada 11 pasien covid-19 yang menjalani isolasi di tempat isoter terapung tersebut.

Dalam kesempatan itu Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengucapkan terimakasih kepada Menteri Perhubungan dan Menteri BUMN yang sudah memberikan KM Bukit Raya sebagai tempat isolasi terpusat (isoter) terapung bagi masyarakat Kota Medan.

BACA JUGA..  Jawaban Walikota Terkait Penyertaan Modal Dinilai Normatif, Anggota DPRD Kesal 

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Menteri yang sudah memberikan jatah kapal kepada Kota Medan. Dari lima Kab/ Kota di Indonesia, Kota Medan salah satunya yang mendapatkan bantuan KM Bukit Raya,” kata Bobby Nasution yang saat itu hadir di dampingi Wakil Wali Kota Medan, H. Aulia Rachman dan sejumlah Pimpinan OPD terkait lainya.

Dijelaskan Bobby Nasution, Kapal ini sebenarnya dapat menampung 900 lebih orang, namun karena di desain sesuai dengan standart protokol kesehatan maka kapal ini bisa menampung lebih kurang 462 bed isolasi. Meskipun begitu kapal ini tentu saja sudah sangat membantu Pemko Medan untuk menambah ketersediaan bed isolasi, dimana sebelumnya Pemko Medan juga sudah menyiapkan dua tempat isoter diantaranya di gedung P4TK dan Eks Hotel Soechi.

“Kapal ini memang kita fokuskan untuk lima wilayah di Medan bagian utara, karena memang Kota Medan terbagi menjadi beberapa wilayah mengingat luasnya kota Medan,” jelas Bobby Nasution.

BACA JUGA..  Kurangi Angka Kemiskinan, Perda 5/2015 Wajib Diterapkan Diterapkan

Bobby Nasution juga berharap kapal ini dapat membantu menampung masyarakat kota Medan yang masih melakukan isolasi mandiri dirumah. Apalagi Bobby Nasution menyebutkan saat ini masih ada sekitar 8000 masyarakat kota Medan yang melakukan isolasi secara mandiri.

“Saya berharap ini dapat menampung masyarakat kota Medan yang masih melakukan isolasi mandiri dirumah,  karena memang jumlahnya masih cukup banyak.”harap Bobby Nasution sembari mengatakan target kedepanya akan membuka isoter di tingkat Kecamatan.

Sementara itu Menteri BUMN, Erick Thohir menjelaskan isoter terapung ini merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah yang secara gotong royong berupaya memutus mata rantai covid-19.

“Kunci penanganan covid-19 ini adalah kebersamaan,” kata Erick Thohir.

Erick Thohir juga mengatakan tidak cukup hanya kerjasama Pemerintah saja, masyarakat juga harus mendukung program-program Pemerintah sehingga masalah covid-19 ini dapat teratasi bersama-sama secara baik.

“Salah satunya adalah isolasi terapung ini penting sekali mendapat dukungan dari masyarakat. Oleh sebab itu kepada warga Medan yang terkonfirmasi positif jangan ragu untuk bergabung di tempat isolasi terpusat karena standart pelayanannya kami jaga dengan baik,” ajak Erick Thohir.

BACA JUGA..  Pemko Medan Dukung KPU Lakukan Pendataan Pemilih Berkelanjutan

“Disamping itu isoter ini juga menjaga agar tidak terjadi penularan yang semakin banyak dan tingkat kematian yang masih terjadi dimana-mana.” lanjutnya.

Sedangkan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo bahwa kunci penanganan covid-19 salah satunya adalah isoter. Selama ini isoter hanya ada di darat, namun kini juga dilakukan di laut dengan menggunakan kapal laut yang saat ini sedang tidak beroperasi.

“Ini sudah pernah kita coba di Makasar dan di Makasar itu sukses besar, dari lima puluh orang yang sudah di tes dalam waktu lima hari bisa kembali sembuh karena adanya udara yang mengandung klorin dapat membantu penyembuhan lebih cepat,” jelasnya. (ali)

EPAPER