POSMETROMEDAN.com – Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga dan oknum pejabat di Dinas Pendidikan (Disdik) berinisial VS, dituding ‘memainkan’ dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Modusnya diduga dengan memaksa penjualan majalah Marharoan Bolon dan foto bupati/wakil bupati pada sejumlah SD dan SMP di Simalungun.
Penjualan foto bupati dan wakil bupati berserta majalah itu dinilai menimbulkan kerugian negara hingga mencapai ratusan juta. Sehingga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bina Daya Sejahtera Simalungun (Bidadesi) melaporkan kasus ini ke Kapolri dan Kapoldasu.
Ketua Umum LSM Bidadesi, Andry Christian Saragih mengungkapkan, laporan resmi sudah disampaikan melalui surat ke Kapoldasu dan Kapolri tanggal 9 Juli 2021.
“Kerugian negara yang timbul terkait penjualan foto bupati dan wakil bupati serta majalah Marharoan Bolon mencapai Rp 637,8 juta,” tegas Andry.
Andry mengatakan, penjualan foto bupati dan wakil bupati Simalungun serta majalah ke sekolah-sekolah dibayar dengan dana BOS. Hal itu atas perintah oknum pejabat di Dinas Pendidikan Pemkab Simalungun yang diangkat bupati Radiapoh H Sinaga tanggal 21 Mei 2021 lalu.
“Dugaan korupsi yang dilaporkan terkait penjualan foto dan majalah, harga jual untuk foto bupati dan wakil bupati sesuai harga pasar hanya Rp100.000 namun dijual Rp300.000 sepasang,” ujar Andry.
Kemudian harga biaya cetak majalah di pasar hanya Rp31.000 namun dijual seharga Rp50.000.
“Bukti-bukti berupa video dan foto saat pertemuan para kepala sekolah dengan oknum pejabat Dinas Pendidikan Pemkab Simalungun terlampir, ikut diserahkan ke polisi, sebagai bahan untuk proses hukum lebih lanjut,” sebut Andry.
Dia menambahkan, penjualan foto dan majalah juga dilakukan dan terkesan dipaksakan ke seluruh kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 386 kepala desa.
“Mengapa Bupati Simalungun ikut dilaporkan, karena dari hasil investigasi yang dilakukan diduga penjualan foto dan majalah ke sekolah-sekolah SD/SMP dan kantor OPD serta kepala desa diketahui bupati, namun mendiamkannya, artinya ikut serta,” sebutnya.
Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Simalungun, Elviani Sitepu mengaku tidak mengetahui adanya penjualan foto bupati dan wakil bupati serta majalah ke sekolah-sekolah menggunakan dana BOS. “Tidak tahu saya itu,” singkatnya.
Terpisah, Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga membantah dirinya memberikan perintah kepada orang-orang dekatnya untuk menjual foto Bupati dan Wakil Bupati serta berbagai poster agar dipajang di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Simalungun.
Kalimat itu disampaikan Radiapoh dengan tegas saat bertemu sejumlah awak media di rumah pribadinya Jalan Surung Dayung, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Senin (12/7/2021)
“Saya tegaskan, saya tidak memberikan perintah dalam bentuk apa pun terkait apa yang dilaporkan sebuah lembaga swadaya masyarakat, adanya penjualan foto bupati dan wakil bupati serta majalah ke sekolah-sekolah SD dan SMP,” kata Radiapoh.
Radiapoh mengungkapkan, apa yang dilakukan pihak tertentu tersebut dalam membagi-bagikan foto dan majalah, disikapi sebagai bentuk kecintaan terhadap RHS-ZW.
“Saya menyikapi dari sisi positif saja, bahwa ada pihak yang mencintai RHS-ZW. Namun, harus dipahami bahwa dalam proses tersebut, saya tidak pernah melibatkan diri atau dilibatkan. Apalagi memberikan perintah, dan memberikan arahan kepada oknum tertentu,” kata Radiapoh.
Radiapoh mengatakan, Pemkab Simalungun yang sekarang sedang fokus menjalankan program perbaikan infrastruktur jalan rusak menjadi layak dilintasi melalui program Marharoan Bolon.
Ia menyampaiakan, bahwa komitmen untuk membangun Kabupaten Simalungun dengan mewakafkan diri bukanlah hal yang dibuat-buat.
“Saya bersama Pak Wakil Bupati, tetap pada komitmen untuk membawa Kabupaten Simalungun lebih maju, lebih baik dan rakyat sejahtera,” ujar bupati.
“Jadi, jika ada pihak-pihak tertentu yang ingin berupaya melakukan hal-hal yang sifatnya mendiskreditkan, kita akan hadapi dengan humanis saja, dan tetap menjalankan apa yang harus dijalankan,” sambungnya.
Pesan itu, juga disampaikan Bupati Simalungun bagi setiap elemen yang selama ini mendampinginya dalam tahapan Pilkada 2020 hingga saat ini.
“Untuk internal saya pun, baik siapa pun yang mendampingi saya sejak dimulainya proses Pilkada 2020 hingga sekarang ini,” tutur bupati.
“Demikian juga pimpinan OPD serta jajaran ASN, yang melakukan hal-hal yang menyimpang dari visi-misi dan program unggulan, tidak ada komprominya, saya akan bersikap tegas,” pungkasnya.(bbs/red)












