Pria Berbaju Demokrat Dibunuh Anak Angkat

oleh -289 views
DIBOYONG : Fadilah Aidil, sang pembunuh ayah angkat diboyong menggunakan kursi roda oleh petugas Reskrim Polrestabes Medan, Selasa (6/3/2021).(IST/POSMETRO MEDAN)

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Ditemukan tanpa identitas, pria berbaju Demokrat yang ditemukan tewas penuh luka di Percut Seituan pada Senin (5/4/2021) kemarin ternyata bernama Junaidi.

Pria berusia 62 tahun itu merupakan warga Jalan Mayor Kompleks SDN 94 Medan, Medan Barat.

Hasil penyelidikan polisi, terungkap korban tewas dibunuh dan pelakunya tak lain adalah anak angkat korban bernama Fadilah Aidil (41) warga Jalan Veteran IV, Medan Helvetia.

Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko memaparkan kepada wartawan, Fadilah sehari-hari bekerja sebagai kernet korban.

Tidak hanya ketika membawa angkutan umum, tetapi juga jika melansir ikan ke pajak.

Dijelaskan Riko, pengungkapan kasus ini berangkat dari adanya temuan, bahwa pelaku sempat datang menemui keluarga korban mengembalikan handphone kepada istri korban.

Atas dasar itu Sat Reskrim langsung melakukan pencarian terhadap kernet tersebut.

Dari hasil pencarian, akhirnya Fadilah berhasil diamankan.

Petugas terpaksa memberikan tindakan tegas dengan menembak kedua kakinya.

Pantauan wartawan, akibat tindakan tegas tersebut, Fadilah harus duduk di kursi roda ketika dihadirkan dalam gelar temu pers.

BACA JUGA..  Anak Delitua Membusuk di Perkuburan Cina

Kedua kakinya tampak dibalut perban putih.

Saat Kapolrestabes Medan memaparkan kasusnya, Fadilah Aidil cuma tertunduk lesu.

Sesekali dia terlihat memegangi pahanya dan meringis menahan sakit.

Kembali kepada Kapolres, diungkap, motif pembunuhan adalah sakit hati.

Dimana, sebelum menghabisi korban, kedua sempat terlibat cekcok.

Saat membenahi angkot milik korban, Fadilah dimarahi karena dianggap tidak becus bekerja.

Tak hanya itu, menurut pengakuan Fadilah, korban juga memukul belakang kepalanya.

Tidak terima diperlakukan kasar, Fadilah akhirnya naik pitam dan membunuh korban.

Berikutnya jasad korban dibuang ke semak-semak pinggir parit di Jalan Pringgan Dusun 14, Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang.

Usai membuang jenazah, Fadilah berusaha menjual angkot korban.

Namun karena tidak ada yang mau membeli, dia akhirnya ‘mencincang’ angkot lalu menjual sejumlah onderdil.

Saat ini polisi masih memburu penadah tersebut.

Sebagai barang bukti, petugas menyita empat buah ban mobil yang disimpang Fadilah di kandang ayam serta uang Rp 500.000 dari hasil penjualan mesin angkot milik korban.

BACA JUGA..  Gawat! Mahasiswa USU Jual Ganja di Kampus

Terpisah, pihak keluarga berharap pelaku dihukum berat. Sebab selama ini korban diketahui sangat baik dengan Fadilah.

“Paman saya ini sudah tua. Kok tega sekali ia menghabisi nyawanya. Padahal pelaku ini orang dekatnya. Kok tega,” ucap Jefri, keponakan korban.

Harapan senada juga disampaikan mantan istri korban, Bariah (62).

Saking marahnya, wanita berkerudung ini sampai nyeletuk bahwa nyawa bayar nyawa.

Dibeber Bariah, semasa hidupnya, korban selalu memperlakukan Fadilah layaknya anak kandung.

Tak jarang, pelaku kerap diberi minum susu sementara korban hanya minum teh manis.

Bahkan Fadilah memanggil korban dengan sebutan ayah.

Fadilah selalu dibawa kerja ke mana aja.

Dasar itu pula pihak keluarga sama sekali tidak menyangka Fadilah sanggup membunuh Junaidi.

“Kok tega dibuatnya (Fadilah) seperti ini,” kesal Bariah sembari mengungkap jika dia dan korban sudah pisah sejak 20 tahun lalu.

BACA JUGA..  Pukul Warga Rantauprapat, Oknum Ormas Medan Diciduk 

Di Lingkungan IX, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Medan Barat, tempatnya tinggal, Junaidi dikenal sebagai sosok penyabar dan tekun bekerja.

Selain membawa angkutan umum, korban sesekali nyambi mengantar ikan dari Belawan ke Pajak Brayan.

Korban sama sekali tidak pernah terdengar bertengkar di rumahnya.

Walau sudah tua, Junaidi juga dikenal royal dalam bermasyarakat.

Karenanya banyak jiran terkejut mendengar korban tewas dibunuh orang kepercayaannya sendiri.

Pascakejadian, pihak keluarga menggelar doa di rumah duka Jalan Mayor Kompleks SDN 94 Medan, Medan Barat.

Sejumlah kerabat korban tampak memadati rumah duka Selasa (6/4/2021).

Setelah disemayamkan, korban kemudian dimakamkan di TPU di kawasan Tanjung Mulia.

Diberitakan sebelumnya, Junaidi ditemukan tewas dengan banyak luka diantaranya bagian wajah dan kepala.

Saat pertama kali ditemukan, identitas korban tidak diketahui karena polisi tidak menemukan tanda pengenal.(sor/bbs/ras)