Narkoba Berbagai Jenis Dimusnahkan Polrestabes Medan

oleh
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn musnahkan narkoba jenis sabu. (ISTIMEWA/POSMETRO MEDAN)

POSMETRO MEDAN – Polrestabes Medan kembali menunjukkan perang terbuka terhadap peredaran narkotika. Dalam kurun 244 hari, aparat berhasil mengungkap 997 kasus narkoba dengan total 1.211 tersangka, mayoritas terkait jaringan internasional yang menjadikan Kota Medan sebagai jalur peredaran barang haram.

Puncaknya, Rabu (10/6/2026), polisi memusnahkan barang bukti narkotika senilai ratusan miliar rupiah di Mapolrestabes Medan. Pemusnahan dilakukan secara terbuka dengan menghadirkan para tersangka serta disaksikan jaksa, petugas laboratorium forensik, hingga Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara.

Kapolrestabes Medan, Kombe Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengungkapkan barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari 231 kilogram sabu, 54 kilogram ganja, puluhan ribu butir ekstasi, serta sekitar 3.000 liquid vape mengandung narkotika.

BACA JUGA..  Enam Orang Terjaring Razia Narkoba, Tiga Positif THC

“Total nilai barang bukti diperkirakan mencapai Rp259 miliar dan berhasil menyelamatkan lebih dari 1,4 juta jiwa dari ancaman narkoba,” tegas Jean Calvijn saat konferensi pers.

Medan Masih Jadi Target Empuk Jaringan Narkoba

Lonjakan pengungkapan kasus mencapai 117 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Dari sebelumnya 459 kasus, kini melonjak menjadi 997 kasus atau bertambah 538 pengungkapan.

Peningkatan terbesar terjadi pada penyitaan sabu. Polisi mencatat kenaikan hingga 79 persen atau sekitar 102 kilogram dibanding tahun sebelumnya. Sementara ganja naik 15 persen dan ekstasi meningkat 24 persen.

BACA JUGA..  CCTV Bongkar Aksi Pencurian, 5 Pelaku Diringkus

Namun yang paling mengkhawatirkan adalah munculnya tren baru peredaran liquid vape narkotika. Jika tahun lalu nihil, kini aparat menemukan sekitar 3.000 cartridge vape mengandung zat terlarang.

Fenomena ini disebut menjadi alarm baru bagi aparat penegak hukum karena menyasar generasi muda dengan modus yang lebih modern dan sulit dikenali.

“Peredaran narkotika terus berubah pola. Liquid vape narkotika menjadi ancaman serius karena menyasar anak muda,” ujar Jean.

Operasi Antik Bongkar 161 Kasus

Dalam Operasi Antik yang berlangsung selama 21 hari, Satresnarkoba Polrestabes Medan berhasil mengungkap 161 kasus narkotika. Angka itu meningkat 95 persen dibanding operasi tahun sebelumnya.

BACA JUGA..  Dukung Pelayanan Diplomatik, Rico Waas Tegaskan Medan Kota Strategis Internasional

Keberhasilan tersebut disebut tidak lepas dari kolaborasi lintas instansi antara kepolisian, BNNP Sumatera Utara, Bea Cukai, pemerintah daerah hingga TNI.

Kabid Pemberantasan BNNP Sumut, Kombes Pol CP Sinaga, menegaskan perang terhadap narkoba tidak bisa dilakukan sendiri.

“Kami siap mendukung penuh pemberantasan narkotika melalui operasi gabungan dan razia di wilayah rawan. Ini tugas bersama demi menyelamatkan generasi bangsa,” katanya.

Pemusnahan barang bukti kemudian menjadi simbol keras bahwa aparat tidak memberi ruang bagi bandar maupun jaringan internasional yang mencoba menjadikan Medan sebagai pasar narkotika.

Editor: Oki Budiman