Pencarian Korban Tenggelam di Batang Serangan Dihentikan

oleh -159 views

EPAPER

POSMETROMEDAN.COM Hampir sebulam lamanya pencarian tidak membuahkan hasil.

Akhirnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat, bersama dengan tim, menghentikan pencairan korban tenggelam, di Pemandian Pantai Mantul, Dusun Sampan Getek, Desa Kwala Musam Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat.

“Kita sudah menghentikan pencairan terhadap korban,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Langkat, Iriadi, Jumat (16/4/2021).

Meskipun dihentikan, Iriadi mengaku, saat ini, pihaknya masih melakukan pemantauan dikawasan sungai. Bila ada tanda-tanda penemuan jasad, pihaknya akan langsung turun ke lokasi.

“Kita masih memantau, kalau ditemukan jasad, kita langsung turun,” jelasnya.

BACA JUGA..  11 Desa di Karo Gelar Pilkades Serentak, 114 Desa Pengisian Anggota BPD Tahun 2021

Sebelum dihentikan, pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan keluarga korban. Hasilnya, keluarga korban memahami serta dapat mengerti dan mengikhlaskannya.

“Kita sudah ketemu dengan keluarga korban, dan mereka juga sudah setuju untuk dihentikannya pencairan,” ungkapnya.

Pihaknya juga mengaku heran, sebab pencarian sudah maksimal dilakukan. Namun mengapa jasad tersebut belum juga mengambang.

Padahal, menurutnya, biasanya bila mayat tenggelam, dalan waktu tiga hari akan muncul kepermukaan air.

“Kendalanya tidak ada, tapi biasanya orang yang tenggelam, gak sampai seminggu muncul jasadnya ke atas,” katanya.

Diketahui, korban tenggelam, Ramalan Gultom (44), warga Jalan Wahidin, Gang Purnawirawan, Desa Berandan Barat, Kecamatan Babalan, Langkat, belum ditemukan.

BACA JUGA..  Patungan, Raider 100 Beri Sumbangan Ramadhan Tuk Yatim Piatu

Sejak tenggelam di Sungai Pantai Mantul, Dusun Sampan Getek, Desa Kwala Musam, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, pada Minggu (4/4/2020) sekira jam 15.00 WIB.

Dari keterangan Tiur Mauli (37) istri korban, dilokasi. Ia bersama suaminya dan anak – anaknya, serta keluarga sedang liburan, di pemandian Pantai Mantul.

“Kami disini untuk liburan, tapi tidak menyangka terjadi musibah ini,” sebutnya bersedih.

Peristiwa itu, diceritakan Tiur, bermula saat suaminya berenang ke tengah sungai, tampa perlengkapan keamanan.

Sesampainya ditengah, suaminya tenggelam. Meski sempat melambaikan tangan keatas. Namun tidak tertolong lagi. Dirinya pun sempat berteriak minta tolong.

BACA JUGA..  Pekerja di Tanah Karo Masih Minim Terdaftar di BPJS Ketenaga Kerjaan

“Saya berteriak minta tolong, warga yang berada di sekitar juga ingin menolong. Tapi tidak sempat, suami saya sudah tidak terlihat lagi (tenggelam),” terangnya sambil menangis.

Sebelum tenggelam, sambung Tiur, suaminya sempat berenang bersama anaknya. Mereka menghanyut dialiran sungai, mengunakan Ban dalam mobil.

Usai menepikan anak-anak, tanpa menggunakan pelampung dan perlengkapan lainnya, suaminya kembali berenang ke tengah sungai sendirian.

“Disinilah, awal mulai suami saya tenggelam,” ungkapnya. (yan)

EPAPER