KPK Tahan Wali Kota Tanjungbalai karena Suap Penyidik

oleh -155 views

EPAPER

POSMETROMEDAN.com-Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sabtu (24/4/2021). Syahrial ditahan usai menjalani pemeriksaan di gedung Merah Putih.

Sebelumnya Syahrial diperiksa di kantor polisi di Sumut. Kemudian, dia diterbangkan ke Kuningan, Jakarta Selatan hari ini.

Ketua KPK Komjen (Pol) Firli Bahuri menyebut Syahrial tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 08.00 WIB.

“MS akan ditahan selama 20 hari ke depan, terhitung 24 April 2021 hingga 13 Mei 2021. Ia ditahan di rutan negara KPK kavling C1,” ungkap Firli kepada media, Sabtu (24/4/2021) siang.

BACA JUGA..  Bangun Benteng Cegah Rob, Walkot Ingin Warga Kampung Nelayan Bersuka Cita Rayakan Idul Fitri

Syahrial dijadikan tersangka dan ditahan bukan karena perkara dugaan jual beli jabatan di Pemerintahan Kota Tanjungbalai. Ia justru ditahan lantaran diduga kuat telah menyogok penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju, senilai Rp1,5 miliar.

Syahrial menyuap Robin agar penyelidikan jual beli jabatan di Tanjungbalai tidak dinaikan ke status penyidikan dan diusut lebih jauh.

BACA JUGA..  Jelang Lebaran Bobby-Kahiyang Ayu Tinjau Pusat Perbelanjaan Ramayana, Bahan Pangan Kadaluarsa Tidak Ditemukan 

“MS (Syahrial) meminta bantuan kepada SRP (Robin) agar perkara itu tidak dilanjutkan. SRP kemudian mengenalkan MH kepada MS (Syahrial) untuk bisa membantu permasalahannya,” kata mantan Kapolda Sumatra Selatan itu.

Dalam jumpa pers itu, Firli turut menyebut nama Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Sebab, politikus Partai Golkar itu turut memfasilitasi pertemuan Syahrial dengan Robin. Penyidik KPK dari institusi kepolisian itu bisa mengenal Syahrial, lantaran kolega Robin yang bernama Maskur Husain kenal dengan Azis.

BACA JUGA..  Wakapoldasu : Petugas yang Meloloskan Pemudik Akan Ditindak Tegas

Sebelumnya, Robin sudah ditahan lebih dulu oleh KPK. Selain menghadapi perkara hukum karena menerima suap, Robin diperkirakan akan menghadapi sidang pelanggaran etik yang digelar Dewan Pengawas KPK.

Sementara, Firli mewanti-wanti koleganya di KPK agar tetap menjaga integritas dan tak korupsi.(*)

EPAPER