Manurung Dibunuh Sopir Koperasi 63, 8 Liang di Tubuh

oleh -1.250 views

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Pertikaian di pangkalan angkot Koperasi 40 kawasan Jalan Garuda Raya, Perumnas Mandala, berujung maut. Pria paruh baya, Gading Wijaya Manurung (52) tewas dengan 8 tikaman.

Penduduk Jalan Pertiwi Baru, Kelurahan Bantan Timur, Medan Tembung, ini dihabisi oleh sopir angkot Koperasi 63, RAB alias Buyung Brutu alias Buyung Tato (45).

Informasi diperoleh, penikaman terjadi sekira pukul 02.00 WIB. Awalnya, korban yang merupakan sopir angkot Koperasi 40 datang ke pangkalan dan mendapati pelaku marah-marah dalam kondisi mabuk.

Tak senang rekan-rekannya dimarahi, korban lantas menegur penduduk Jalan Perkutut 4, Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang tersebut. Teguran korban ternyata malah memantik emosi pelaku. Keduanya pun terlibat cekcok.

Tak lama, Buyung mengeluarkan pisau dari balik pinggangnya dan menikami Gading dengan membabi-buta. Korban pun terkapar bersimbah darah dan tewas di tempat.

BACA JUGA..  Polres Labuhanbatu Tangkap Lepas Oknum Ormas Penganiaya Warga

Setelah puas melampiaskan emosinya, Buyung meninggalkan lokasi kejadian dengan berjalan kaki sambil menenteng pisau. Saat bersamaan, korban segera dilarikan rekan-rekannya ke RS Muhammadiyah Jalan Mandala By Pass.

Namun setiba disana, pihak rumah sakit menyatakan Gading telah tewas. Mendapat laporan ada kasus pembunuhan, personel Polsek Percut Sei Tuan bergegas ke di lokasi kejadian.

Olah TKP serta memintai keterangan saksi-saksi pun dilakukan. Setelah itu petugas menuju ke RS Muhammadiyah dan mengevakuasi jasad korban ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan otopsi.

Dugaan sementara motif penikaman ini bukan sekedar cekcok melainkan dendam. Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Iptu Karo-karo yang dikonfirmasi wartawan lewat telepon selulernya mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan pengejaran terhadap korban.

BACA JUGA..  Anak Delitua Membusuk di Perkuburan Cina

“Pelaku sedang dikejar anggota kita,” katanya dengan tegas.

Sementara itu, menurut anak korban, Lala, ayahnya pergi dari rumah pada hari Sabtu (20/3/2021) pukul 21.00 WIB dengan alasan bekerja (cari penumpang). Namun beberapa jam kemudian Lala ditelepon kakak kandungnya, Fifi.

Saat itu Fifi menyebut ayah mereka dirawat di RS Muhammadiyah, Tegal Sari Mandala.

“Dapat telepon dari kakak, aku langsung menuju ke rumah sakit Muhammadiyah. Tapi pas sampe sana, rupanya bapak sudah meninggal dunia,” sebut Lala sembari menyebut dirinya tidak mengetahui motif penikaman.

“Ada yang ngantar sepeda motor bapak ke rumah sakit, katanya bapak ditikam di Jalan Rajawali, pangkalan angkot 40. Dari pria itu lah aku tau yang nikam bapak namanya Rahmad Abadi Berutu alias Buyung (45) warga Jalan Perkutut 4, Perumnas Mandala,” ungkapnya.

BACA JUGA..  Diskotik Sky Garden Disegel, Pemilik Terus Diburu

Sementara itu, pihak rumah sakit saat dikonfirmasi wartawan mengatakan korban diantara 5 orang pria sekira pukul pukul 2.15 WIB. Setelah itu kelimanya langsung pergi dengan alasan ingin memberitahukan pihak keluarga korban.

Saksi mata bernama Roni menyebutkan, saat kejadian dirinya sedang bermain biliar di Jalan Garuda Raya. Pelaku datang ke lokasi sambil mengeluarkan kata-kata kotor, tak lama terjadi perkelahian.

“Kudengar korban dan pelaku sebelumnya sudah ribut di warung tuak milik si Manulang di Jalan Enggang Raya, Perumnas Mandala. Pas mereka berantam di tempat biliar itu lah pelaku menikam korban,” kata Roni.

“Setelah menikam korban dengan pisau ukuran kira-kira 30 cm, pelaku menggesekkan pisau ke aspal untuk menghilangkan noda darah di pisau tersebut,” pungkasnya. (sor/bbs/ras)

EPAPER