Dipenggal Pas Makan, Anak Tenteng Kepala Ayah Keliling Kampung

oleh -446 views
OLAH TKP : Petugas melakukan olah TKP di lokasi kejadian anak penggal kepala ayahnya.(IST/POSMETRO MEDAN)

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Seorang anak di Lampung bertindak sadis dengan memenggal ayahnya. Berikutnya dia keliling kampung naik kereta, sambil menenteng kepala sang ayah.

Tindakan Kukuh Waskito alias Jaya (23) itu sontak menggegerkan warga Kampung Sendang Rejo, Kecamatan Sendang Agung, Lampung Tengah, Senin (22/3/2021) kemarin siang.

Polisi dibantu warga pun menangkap tersangka. Awalnya sempat beredar kabar Jaya membunuh ayah kandungnya karena tidak direstui menikah.

Namun setelah menjalani pemeriksaan di kepolisian, tersangka membuat pengakuan mengenai alasannya membunuh sang ayah secara keji. Jaya mengaku kesal merasa dirinya ingin disantet oleh ayahnya, Slamet Riyanto (57).

Kapolsek Kalirejo AKP Edi Suhendra, mengatakan selama ini hubungan antara pelaku dan ayahnya harmonis. Namun, karena merasa dirinya ingin disantet, pelaku menggorok leher ayahnya hingga putus.

“Dia menebas leher ayahnya pakai golok saat sedang makan di dapur sepulang dari sawah,” kata Edi.

Saat ini, lanjut Kapolsek, pelaku diamankan dan masih dalam pemeriksaan Reskrim Polsek Kalirejo. Motifnya untuk sementara karena pelaku merasa ingin diguna-guna oleh ayahnya.

“Daripada mati disantet oleh ayah, lebih baik saya duluan yang membunuhnya,” ujar Kapolsek menirukan ucapan pelaku saat interogasi.

Kukuh Waskito alias Jaya

Namun, polisi masih mendalami kasus ini untuk mengungkap penyebab pelaku tega membunuh ayah kandungnya dengan cara sadis.

Pasalnya, dari informasi masyarakat pelaku mengalami gangguan jiwa. Namun Kapolsek akan memastikan dan mempelajari kasus tersebut.

“Kita juga menunggu hasil observasi terhadap pelaku ke Rumah Sakit Jiwa. Apakah benar pelaku ini mengalami gangguan jiwa atau tidak, sambil menunggu proses selanjutnya,” kata AKP Edi.

Kapolsek menambahkan, pihaknya juga menyita barang bukti golok yang digunakan pelaku menebas leher ayahnya hingga putus.

Untuk sementara pasal yang diterapkan yakni pidana pembunuhan dan penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal dunia, sesuai Pasal 338 KUHP junto Pasal 351 KUHP (3). Kasus ini maksud dalam laporan polisi LP/192-B/III2021/ Sek Kajo/ Res Lamteng, tanggal 22 Maret 2021.

Edi menambahkan, pembunuhan ini diketahui dari keterangan Suwito yang merupakan kakak pelaku. Saat itu, Suwito melapor jika pelaku KPW sedang berkeliling naik sepeda motor.

“Saksi bilang jika adiknya sedang keliling kampung dengan sepeda motor. Dia memberi tahu orang yang ditemuinya bahwa dirinya telah membunuh bapak kandungnya,” kata Edi.

Edi melanjutkan, sebelum menghabisi nyawa bapaknya, pelaku menemui korban yang sedang duduk di dapur. “Pelaku langsung meminta maaf, setelah meminta maaf pelaku langsung menebas leher korban hingga leher korban putus,” kata dia.(bbs/ras)

EPAPER