MANDIRI SYARIAH

Wisatawan Keluhkan Kutipan Liar ke Air Panas Doulu, Bumdes Abaikan Surat Teguran Camat

oleh -164 views
Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Karo Munarta Ginting. (ist/posmetro)

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Wisatawan mengeluhkan banyaknya kutipan liar di objek wisata pemandian Air Panas di Desa Doulu, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo. Anehnya, pengutipan sejumlah uang ini dilakukan oknum warga setempat dengan ‘menjual’ Badan Usaha Desa (Bumdes).

Ironisnya lagi, kutipan liar ini terus berlangsung meski Camat Berastagi telah memberikan surat teguran dan pelarangan. Plt Camat Berastagi, Ijin Gurusinga yang dikonfirmasi wartawan menegaskan, pengutipan retribusi masuk ke lokasi yang dilakukan oknum Bumdes Tunas Baru Desa Doulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo ini telah  menyalahi prosedur.

BACA JUGA..  BKKBN Sumut Ajak Masyarakat Binjai Barat Ikuti Program KB

Dijelaskannya, unit usaha setiap Bumdes harus memiliki standar operasional prosedur (SOP). Pembahasan SOP-nya memang ditingkat desa, karena yang menandatangani adalah manager dan Kepala Desa.

Memang katanya, Bumdes Tunas Baru Desa Doulu telah terbentuk di Desa Doulu pada tanggal 20 Juli 2020. Sosialisasi  dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus 2020 di Kantor Kepala Desa Doulu.

BACA JUGA..  Ditagih Bayar Minuman, Polisi Binjai Obral Peluru di De 'Tonga

Namun, Perdes Nomor. 05 Tahun 2020 itu bukan terkait Retribusi Dana Pemeliharaan dan Perawatan Jalan Desa Dan Jasa Pelayanan Kebersihan/Sampah Masuk ke Lokasi Doulu.

▶️ Kami Tidak Pernah Berikan Izin

Terpisah, aksi oknum-oknum yang melakukan kutipan ke setiap wisatawan, dikorfirmasi ke Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karo. Munarta Ginting selaku Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan menegaskan pihaknya tidak pernah memberikan ijin tentang pengutipan tersebut.

BACA JUGA..  Bupati Sergai Ajak Masyarakat Tionghoa Jaga Kerukunan Umat

Karena hal ini wisatawan berharap kepada aparat penegak hukum yang berada di Kabupaten Karo agar segera membentuk tim supaya menangkap pelaku pengutipan liar tersebut.

Karena pengutipan ini akan berdampak buruk pada citra baik pariwisata Karo. Wisatawan juga berharap dinas terkait segera melakukan berbagai langkah agar wisatawan merasa nyaman saat berkunjung ke Tanah Karo. (deo/red)