MANDIRI SYARIAH

Sadis! Pasutri Dibunuh Begal, Kepala Suami Pecah, Leher Istri Ditusuk

oleh -254 views
OLAH TKP : Petugas Reskrim Polres Binjai sedang melakukan olah TKP di lokasi temuan jasad Astuti dan Sugianto, Senin (22/2/2021).(IST/POSMETRO MEDAN)

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Pelaku begal bertindak sadis. Pasangan suami istri (Pasutri) dibunuh lalu jasadnya dibuang ke parit. Saat ditemukan, Senin (22/2/2021) pagi, kondisi kepala suami pecah. Sementara di leher si istri terdapat luka tusuk.

Terkuaknya pembunuhan ini bermula dari kecurigaan anak korban, Alika (19). Dimana, Sugianto dan Astuti yang diketahui pergi belanja ke Pajak Tavip Binjai sejak subuh, tak pulang hingga pagi.

Penasaran, Alika lantas mengajak pamannya, Yamin untuk mencari tahu keberadaan orangnya. Berikutnya, mereka berangkat dari Mencirim Pondok, Kutalimbaru, Deliserang, menuju Pajak Tavip.

Setiba di pajak, Alika mendatangi penjual bumbu langganan korban. Saat ditanya apakah orangtuanya ada datang belanja, si pedagang memastikan korban datang belanja.

Keterangan si pedagang semakin membuat Alika cemas. Dia lalu memberitahu Yamin kalau orangtuanya sudah pulang dari pajak. Berikutnya, Yamin menyisir jalanan yang biasa dilalui korban jika ke pajak.

BACA JUGA..  Tekan Penyebaran Covid-19, Sumut Terapkan PPKM Mikro

Perlahan-lahan pria ini menyusuri Jalan Gajah Mada yang merupakan area perkebunan tebu. Hasilnya, Yamin menemukan korban di sisi parit perkebunan tebu Kelurahan Tunggurono, Binjai Timur.

Berikutnya Yamin bergegas memberitahu warga sekitar lalu diteruskan kepada pihak kepolisian.

“Bapak dan ibu setiap pergi belanja ke Pasar Tavip Binjai sekitar jam 4 pagi. Biasanya sekitar satu jam sudah kembali, karena kami buka warung di rumah,” beber Alika.

Mendapat laporan adanya temuan korban pembunuhan, Kapolres Binjai, AKBP Romadhoni didampingi Kasat Reskrim, AKP Yayang Rizki Pratama beserta anggota dan Labfor Polda Sumut terjun ke lapangan untuk melakukan olah TKP.

Namun, orang nomor satu di Polres Binjai tersebut belum bersedia diwawancarai.

“Pak Kapolres sudah meminta kepada Kasat Reskrim dan jajaran untuk bertindak cepat mengungkap pelaku pembunuhan sadis tersebut,” kata Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting saat dimintai keterangan.

BACA JUGA..  Polda Sumut Berhasil Atasi Potensi Konflik KLB Partai Demokrat

Kepada warga, ujar dia, polisi memohon apabila mengetahui informasi atas kejadian ini, agar dapat mengabarkannya ke Polres Binjai.

“Pak Kapolres juga berjanji akan berusaha mengusut dan menangkap pelaku pembunuhan tersebut,” sambung mantan Kanit Intelkam Polres Binjai ini.

Sementara, kondisi korban dipenuhi luka tusukan pada bagian wajah dan kepala. Polisi juga sudah mengambil keterangan Alika (19), Yamin (48) selaku adik ipar korban, dan Putra (32) selaku menantu korban.

Jasad kedua korban dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk keperluan autopsi. Pasutri tersebut diduga sebagai korban begal karena sepedamotor jenis metik korban belum diketahui keberadaannya.

Saat ditemukan, pada jasad Astuti didapati luka tusuk di leher dan memar di kepala. Sementara Sugianto mengalami pecah kepala diduga akibat dihantam benda tumpul.

BACA JUGA..  Nyambi Bandar Sabu, AKP Martuelasi Ciduk Juragan Bakso 

Sementara itu, isak tangis keluarga pecah tiba di lokasi temuan korban. Histeris keluarga seketika menjadi perhatian polisi dan warga sekitar, hingga kemudian berusaha menenangkan pihak keluarga.

“Kami tidak menyangka kalau korban adalah keluarga kami. Selama hidup, tidak ada masalah. Tidak pernah mencampuri urusan orang,” kata salah seorang keluarga di lokasi kejadian.

“Korban baru pulang belanja dari pajak (di Binjai). Korban ada buka kedai sampah yang menjual sayur-sayur, bumbu masak dan lainnya di rumah,” sambung pihak keluarga.

Lokasi temuan mayat memang kerap menjadi alternatif warga Mencirim Pondok, Kutalimbaru, Deliserdang jika hendak ke kota Binjai. Walau kondisi jalan belum diaspal serta melintasi perladangan tebu, warga seolah tak peduli.(ted/pmg/ras)