MANDIRI SYARIAH

‘Dicor’ Buruh Bangunan, Siswi SMA Lapor Polisi

oleh -203 views
DIAMANKAN : AS saat diamankan di Mapolsek Delitua.(IST/POSMETRO MEDAN)

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Terpedaya ajakan makan di hotel, seorang siswi SMA tak berdaya saat dicor (disetubuhi) kekasihnya yang berprofesi sebagai buruh bangunan.

Tidak terima, korban langsung memberitahu orangtuanya perihal perbuatan yang dilakukan AS (20). Marah, belia ini lantas didampingi orangtuanya ke kantor polisi untuk melaporkan warga Jalan Puna Sembiring, Kecamatan Pancurbatu, Deliserdang itu.

Menindak lanjuti laporan korban, unit Reskrim Polsek Delitua bergegas mencari keberadaan AS. Hasilnya, AS diamankan tanpa perlawanan dari rumahnya.

BACA JUGA..  Anak Amplas Tewas Dibantai Geng Motor

Kapolsek Delitua, AKP Zulkifli Harahap melalui Iptu Martua Manik (Kanit Reskrim), Selasa (19/1/2021), menjelaskan jika pencabulan ini terjadi pada tanggal 1 Januari 2021 sore lalu.

Saat itu, sekira pukul 15.30 WIB pelaku menghungi korban dan mengajak bertemu. Sesuai kesepakatan, mereka akhirnya jumpa di SPBU Jalan Jamin Ginting, Medan. Dari situ, AS mengajak korban ke hotel. “Ngapain ke hotel bang. Nggak usah lah,” kata korban.

BACA JUGA..  Bunuh Istri Divonis Seumur Hidup, Pengadilan Militer Tambah Hukuman Praka MPC

Diduga tidak ingin niatnya gagal, AS coba menghapus kecurigaan korban dengan menyebut hanya sekedar makan dan menonton. “Udah nggak apa-apa. Sebentar aja,” kata AS tuk meyakinkan korban.

Percaya, korban akhirnya naik ke boncengan motor yang dikendarai AS. Begitu lah, AS lalu melajukan keretanya ke hotel Vje di kawasan Jalan Anggrek Raya, Kelurahan Simpang Selayang, Medan Tuntungan.

Setiba disana, pria ini memesan kamar. Setelah di kamar, dia memesan makanan. Tak lama usai makan, pelaku mengajak korban berbaring di kasur tapi ditolak korban.

BACA JUGA..  Ribut di Pakter Tuak, Siadari Tewas Ditikami Manik

Seakan tak rela kesempatan di kamar hotel terbuang sia-sia, AS seketika merangkul korban dan mulai mencumbu hingga akhirnya persetubuhan pun terjadi.

“Tersangka dijerat pasal 81 ayat (1) (2) dari UU RI No. 35 thn 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” kata kanit. (irw/ras)