MANDIRI SYARIAH

Terlibat Narkoba, Bripka Salmon Dipecat

oleh -72 views
PIMPIN: Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi memimpin upacara PTDH Bripka Salmon yang terlibat narkoba.(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Sudah jatuh tertimpa tangga. Ungkapan ini mungkin layak diberikan kepada Salmon Hitler. Kasus narkoba yang menjeratnya tidak hanya memberinya kurungan badan. Tetapi memutus karirnya di kepolisian.

Personel Polresta Deliserdang ini diberhentikan tidak dengan hormat. Pelaksanaan upacara pemberhentian dipimpin langsung oleh Kapolresta Deliserdang, Kombes Pol Yemi Mandagi di lapangan apel Mapolresta, Senin (28/12/2020).

Salmon terakhir bertugas di Bagian Pembinaan Sipropam Polresta Deliserdang dengan pangkat Bripka. Informasi diperoleh, dia telah divonis pengadilan dengan hukuman 7 tahun penjara.

Upacara pemberhentian dihadiri para pejabat utama dan personil Polresta. Namun Salmon tidak turut di tengah lapangan. Hanya fotonya yang dibawa dengan bingkai.

BACA JUGA..  Razia Knalpot Polrestabes Amankan 39 Sepmor

Pelaksanaan upacara PTDH tersebut berdasarkan Surat Keputusan Kapolda Sumut yang telah ditetapkan dan ditanda tangani,  Nomor : KEP / 1714/ XII / 2020 tanggal 18 Desember 2020 tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat dari Dinas Polri yang melanggar Pasal 12 ayat (1) Huruf (A) PPRI No 1 Tahun 2003,  tentang Pemberhentian Anggota Polri dan Pasal 11 Huruf  C Perkap No. 14 Tahun 2011 Tentang Kode Etik Profesi Polri.

Dihadapan para anggotanya Yemi meminta agar yang lainnya tidak melanggar ketentuan yang ada. Disebut polisi diikat oleh peraturan Kode Etik Profesi Polri dan harus disiplin.

BACA JUGA..  Polisi Amankan 3 Orang di Sunggal, Polisi Temukan Catatan Jualan Sabu

“Berbuatlah hal yang baik bagi diri kita sendiri, orang lain maupun organisasi Polri serta jauhi narkoba. Jangan kita diberhentikan dari dinas polri karena hal-hal yang sepele, cukup hal semacam ini terjadi ditahun 2020 ini,” ucap Yemi Mandagi.

Ia mengaku sangat menyayangkan dan rasa prihatin terhadap personil tersebut. Meski demikian keputusan PTDH yang diambil ini sudah melalui proses yang sangat panjang.

Personel tersebut juga disebut tidak menunjukan perubahan untuk lebih baik sehingga langkah ini harus dilaksanakan dengan tegas sesuai peraturan yang berlaku agar tidak memberikan dampak buruk terhadap organisasi.

“Untuk itu saya tekankan kepada seluruh personil Polresta Deliserdang bekerjalah dengan baik bersyukur dengan apa yang kita peroleh ingat keluarga di rumah anak, istri dan orang tua kita serta tak lupa selalu berdoa, bagi pérsonil yang sudah terlanjur berbuat salah segera berubah untuk menjadi baik, jangan sampai hal itu yang terjadi pada diri anda,” tegas Yemi.

BACA JUGA..  Curi Kotak Amal Masjid Warga Madina Gol

Karena upacara tidak dihadiri oleh personil yang bersangkutan atau disebut dengan In Absensia, maka tidak dilakukan penanggalan seragam dinas Polri dan digantikan dengan penanggalan foto personil tersebut yang dibawa kehadapan Pejabat yang berwenang ditengah-tengah upacara berlangsung.(bbs/ras)