Pembunuh Boru Malau Ditangkap di Marelan

oleh

TAPTENG – Setelah melakukan pengejaran selama 5 hari, jajaran Polres Tapteng berhasil menangkap tersangka pembunuhan terhadap Santi Devi Malau (25), karyawati Bank Syariah Mandiri Cabang Pandan, Tapanuli Tengah (Tapteng).

 Tersangka adalah pasangan suami istri berinisial DP dan NYN. Keduanya berhasil ditangkap dari Kota Medan pada Selasa (18/6/2019), sekira pukul 17.30 WIB.

 Kapolres Tapteng AKBP Sukamat melalui pesan tertulisnya membenarkan penangkapan tersangka pembunuh Santi tersebut. Menurutnya, tersangka diamankan dari sebuah rumah di Jalan Marelan IV, Gang Wakaf, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan.

 “Benar, pelakunya sudah ditangkap dan sedang dibawa ke Polres Tapteng,” ujar Kapolres, Selasa (18/6/2019).

 Diterangkan, pasca peristiwa kedua tersangka langsung melarikan diri ke Kota Medan. Tidak mau kecolongan, Senin (17/6/2019), petugas kepolisian dari Polres Tapteng dan Polsek Pandan melakukan pengejaran.

BACA JUGA..  MANTAP..!!! Galian C Ilegal di STM Hilir Beroperasi Lagi

 Setibanya di Kota Medan, tim berkoordinasi dengan pihak Ditkrimum Poldasu. Tim juga berhasil mendapat informasi bahwa pelaku bersembunyi di rumah keluarganya di Medan Deli.

 “Petugas langsung mengecek kebenaran informasi tersebut dan berhasil menangkap kedua tersangka di sebuah rumah di Jalan Marelan IV, Kecamatan Medan Deli,” pungkas AKBP Sukamat.

 Sebelumnya diberitakan, sesosok mayat berjenis kelamin perempuan ditemukan tewas di dalam kamar kos-kosan di simpang Aek Tolang, Lingkungan II Kelurahan Pandan, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah (Tapteng), Jumat (14/6/2019) sekitar pukul 10.13 WIB.

 Penemuan mayat yang diketahui bernama Santi Devi Malau (25) berawal dari kecurigaan rekan kerja korban.

 Korban yang bekerja sebagai costumer service di Bank Syariah Mandiri (BSM) ini tak kunjung keluar dari kamar kos. Saat dihubungi melalui telepon selluler, hp korban juga tidak aktif. Curiga, rekan kerja korban pun mendatangi tempat kos korban untuk memastikan keadaan korban yang tidak masuk kerja.

BACA JUGA..  Munawar Kholil Nur Tegaskan: BEM Sumut Harus Cerdas Sikapi Informasi, Jangan Asal Tuding dan Menakut-nakuti Pelaku Usaha SPBU

 “Setiba di depan kamar kos korban, kami pun mengedor-gedor pintu kamarnya, tapi nggak dibuka-buka. Dia pun nggak menyahut dari dalam kamar,” tutur Afri Hutagalung, salah satu rekan korban saat itu.

 Melihat kondisi itu, rekan kerja korban yang tiba dilokasi dan didampingi beberapa warga memilih untuk mendobrak pintu kamar kos korban. Setelah pintu kamar terbuka, mereka pun dikejutkan melihat kondisi tubuh korban yang sudah terbujur kaku di dalam kamar kos.

 “Kami melihat korban tergeletak di lantai kamar kos, dekat kamar mandi,” jelasnya. Atas penemuan tersebut, rekan kerja korban langsung menghubungi pihak kepolsian. Mayat korbanpun selanjutnya dibawa ke RSUD Pandan untuk dilakukan otopsi.

BACA JUGA..  ALAMAK... !!! Keberangkatan Ikut Event Nasional Batal, Juara MTQ Korpri Merasa 'Tertipu' oleh Provsu

 Diduga, Santi Devi Malau yang merupakan warga Lingkungan II Kelurahan Sibabangun, Kecamatan Sibabangun ini menjadi korban pembunuhan. Hal ini di tandai dengan ditemukannya luka luka pada bagian wajah. Hidung remuk dan mengeluarkan darah. Sementara 1 unit iPhone dan dompet milik korban hilang.

 Dugaan pembunuhan terhadap Santi diperkuat dengan keterangan tertulis dari pihak kepolisian. Kapolres Tapteng AKBP Sukamat, melalui Kapolsek Pandan AKP Harry menyebutkan, pada tubuh korban ditemukan tanda-tanda kekerasan.

 “Korban di temukan di dalam kamar mandi di balut dengan kain dan di muka korban di temukan bekas pukulan benda keras,” kata AKP Harry. (ztm/ras)