Sorotan Tajam! TPM P3-TGAI Agara Diduga Tidak Bekerja, Proyek Irigasi Ambruk di Bambel

oleh

POSMETRO MEDAN ~ Lemahnya pengawasan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) dalam proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Aceh Tenggara menjadi sorotan tajam Kamis (5/11).

Warga di beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Bambel, melaporkan bahwa banyak infrastruktur saluran irigasi yang baru selesai dibangun justru cepat rusak, retak, bahkan ambruk akibat dugaan pembiaran atau ketiadaan pengawas di lapangan.

Warga dan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menuding adanya pembiaran dari pihak TPM. Ketidakhadiran pengawas di lokasi memicu kecurigaan bahwa pengerjaan fisik dilakukan secara asal-asalan tanpa kontrol standar kualitas.

Pada beberapa titik proyek di Kecamatan Bambel, seperti di Desa Terutung Megara Asli terlihat bangunan proyek P3-TGAI sudah ambruk disebabkan pekerjaan asal-asalan dan diduga tidak adanya pengawasan dari Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM).

BACA JUGA..  Kualitas Buruk! Proyek P3-TGAI di Terutung Megara Asli Ambruk, Warga Desak Polres Agara Lidik

Mengingat proyek P3-TGAI dibiayai oleh uang negara untuk kepentingan vital sektor pertanian, masyarakat mendesak Balai Wilayah Sungai (BWS) dan aparat penegak hukum untuk segera turun langsung mengecek kejanggalan ini.

Diduga Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) hanya makan gaji buta, pekerjaannya tidak dilaksanakan sesuai standar.

“Warga desa minta Polres Agara periksa Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) di setiap kecamatan. Tugas dan Tupoksi mereka dalam proyek P3-TGAI diduga tidak dijalankan sesuai prosedur, diduga hanya menerima gaji, pekerjaan selaku pengawasan tidak beres,” sebut warga kepada posmetro medan.

BACA JUGA..  Manfaatkan jadi Sumber Pendapatan, Rico Waas Dorong RPH Medan Garap 3 Hektare Lahan Nganggur

Hingga berita ini diturunkan, pihak TPM dan Balai Wilayah Sungai Sumatera I belum berhasil dikonfirmasi posmetromedan tetap menunggu jawaban yang resmi dari TPM. (Zal)

EDITOR : Putra