POSMETROMEDAN – Proyek P3-TGAI di Desa Terutung Megara Asli, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara sudah selesai dikerjakan, namun bangunannya ambruk dan kualitas pekerjaannya cukup jelek.
Tanpa ada cor lantai, tidak ada galian pondasi dan sebagian bangunan sudah ambruk, sebagian dinding bangunan retak dan miring.
Berbagai kalangan menuding, proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi di Aceh Tenggara sarat masalah.
Hasil investigasi Posmetromedan, Senin (2/11) di lapangan terlihat bangunan proyek P3-TGAI Desa Terutung Megara Asli sudah ambruk, dinding retak dan miring dan terlihat dikerjakan asal-asalan.
Ini diakibatkan kurangnya pengawasan dari Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), makanya pekerjaan ambruk dan asal-asalan.
Berdasarkan informasi warga, pekerjaan irigasi yang ada di Desa Terutung Megara Asli sudah selesai dikerjakan namun sudah ambruk akibat dikerjakan asal jadi.
Pelaksanaan fisik asal-asalan yang tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis diduga akibat lemahnya pengawasan.
“Banyak proyek P3-TGAI 2026 kesannya asal siap saja, tanpa memikirkan kualitas pekerjaan. Sebab itu, banyak ditemukan proyek yang telah retak dan kondisinya sangat memprihatinkan. Polres Agara jangan diam, turun ke lapangan lidik proyek P3-TGAI Aceh Tenggara, banyak persoalan di proyek ini, salah satunya di Desa Terutung Megara Asli dikerjakan asal-asalan dan bangunannya baru selesai dikerjakan sudah pada ambruk,” ujar warga.
Hingga berita ini diturunkan, Posmetromedan masih menunggu keterangan resmi dari Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) dan pihak terkait lainnya.(Zal)
EDITOR : Putra











