Pembangunan Irigasi Perpompaan di Aceh Tenggara Diduga Bermasalah, 6 Bulan Tak Kunjung Selesai

oleh

POSMETRO MEDAN – Pembangunan irigasi perpompaan di Aceh Tenggara diduga bermasalah. Pasalnya bangunan yang mulai dikerjakan pada tanggal 28 April 2026 hingga sekarang bulan Oktober 2026 belum juga selesai dikerjakan.

“Terlihat dari bangunannya, mesin untuk penyedot air belum ada terpasang di dalam bangunan,” sebut salah satu warga Kute Genting kepada Posmetromedan, Selasa (20/10).

Diketahui anggaran untuk pembangunan irigasi perpompaan tersebut sebesar Rp 153.000.000 dengan sumber dana APBN 2026.

“Dan kita heran bangunan yang mulai dikerjakan pada tanggal 28 April 2026 sekarang sudah bulan Oktober 2026 belum juga selesai,” ujar warga tersebut.

Warga meminta aparat penegak hukum untuk turun tangan.

“Kita minta Polres Agara untuk melakukan audit terhadap bangunan irigasi perpompaan yang ada di Aceh Tenggara,” tegasnya.

BACA JUGA..  Wali Kota Medan Imbau Warga Pakai Masker

“Dan kita desak Kementerian Pertanian jangan diam dan segera turun ke Aceh Tenggara untuk melihat bangunan irigasi perpompaan, kenapa sampai sekarang belum selesai, apa pekerjaan sudah sesuai dengan juknis,” tutupnya.

Posmetromedan melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Pertanian Aceh Tenggara, Riskan melalui pesan WhatsApp, Selasa (20/10) mempertanyakan kenapa pembangunan irigasi perpompaan di Aceh Tenggara sampai sekarang belum selesai.

BACA JUGA..  Sanggar Seni Alas Peringati Hari Kebudayaan 2026, Angkat Tema Merawat Bahasa Alas di Era Modern

Riskan dengan singkat membalas pesan WhatsApp, “Mesin pompanya belum datang,” sebut Riskan.(Zal)

EDITOR : Putra