POSMETRO MEDAN – Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Aceh Tenggara mendesak Polres Aceh Tenggara untuk segera melakukan pemeriksaan terkait Proyek Revitalisasi Rehab di SD Negeri Muara Situlen, Kecamatan Babul Makmur, Aceh Tenggara, Sabtu (9/10).
Desakan itu disampaikan setelah LIRA menemukan hasil pengecatan Ruang Kegiatan Belajar (RKB) yang direhab terlihat kurang rapi dan belang-belang. Diduga kuat menggunakan cat kualitas rendah.
Padahal, proyek revitalisasi tersebut menelan anggaran fantastis sebesar Rp913.889.289 yang bersumber dari APBN 2026.
Kepada Posmetromedan, Sabtu (9/10), Bupati LIRA Agara merincikan, proyek tersebut meliputi rehab 12 RKB, 2 mess guru dan MCK.
“Ada 12 RKB yang direhab pekerjaannya seperti ganti plafon dan cat, 2 mess guru yang direhab seperti ganti seng, cat dan plafon, MCK yang direhab seperti cat dan plafon,” ujarnya.
Ia melanjutkan, Ada 4 RKB yang dimasukkan mobiler baru, kelas 1 dua ruangan dan kelas 2 dua ruangan.
Namun fakta di lapangan berbanding terbalik dengan besarnya anggaran. Saleh mengaku pengerjaan rehab tersebut terkesan asal jadi, terutama pada bagian pengecatan dinding.
“Catnya terlihat belang-belang, padahal baru selesai dikerjakan,” tambahnya dengan nada kecewa.
Menurutnya, kurangnya pengawasan dari pihak terkait membuat pekerjaan dikerjakan asal jadi.
“LIRA Agara desak Polres Agara melalui Kanit Tipikor lidik proyek revitalisasi di SDN Muara Situlen. Bila ada temuan yang merugikan negara, proses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Saleh, Bupati LIRA Agara.
Menanggapi hal itu, Kabid Dikdas Disdikbud Aceh Tenggara, Sadri kepada Posmetromedan, Jumat (9/10) mengatakan pihaknya sudah turun langsung.
“Kita sudah turun langsung dengan tim ke SDN Muara Situlen dan sudah kami lihat semuanya proyek revitalisasi dan kita panggil kepseknya untuk segera memperbaiki cat RKB yang belang-belang,” jelas Sadri.(zal)
EDITOR : Putra











