POSMETRO MEDAN– Proyek Program Percepatan PeningkatanTata Guna Air Irigasi (P3-TGAI), yang dikerjakan Kelompok P3A Nuntu Lawe di Desa Kandang Mbelang Mandiri, Kecamatan Lawe Bulan disorot warga. Struktur bangunan sebagian sudah mengalami kerusakan, Senin (14/9).
Proyek irigasi yang dikerjakan secara swakelola ini memang sedang menjadi sorotan masyarakat akibat indikasi rendahnya kualitas beton, kurangnya semen, serta lemahnya pengawasan di lapangan.
Berdasarkan informasi warga, diduga tidak ada galian pondasi, cor lantai terlalu tipis dan dinding bangunan sebagian rusak,”ujar salah seorang warga setempat,Senin (14/9).
Warga setempat menyoroti lemahnya pengawasan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I terhadap proyek P3-TGAI di wilayah tersebut.
“Diduga Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) atau pengawas jarang turun ke lokasi untuk memantau pekerjaan harian,” kata warga lainnya.
Padahal proyek P3-TGAI bertujuan untuk meningkatkan fungsi jaringan irigasi tersier agar pertanian warga lebih baik. Namun jika dikerjakan asal-asalan, tujuan program justru tidak tercapai dan anggaran negara terbuang sia-sia.
Warga meminta BWS Sumatera I, dan pihak terkait segera turun ke lapangan untuk mengevaluasi kualitas pekerjaan. Jika terbukti tidak sesuai RAB, proyek harus diperbaiki atau dibangun ulang.
“Jangan sampai uang Rp 195 juta untuk irigasi habis, tapi hasilnya tidak bisa dipakai petani. Kami minta diawasi ketat,” tegas warga.
Hingga berita ini diturunkan, posmetromedan terus berupaya konfirmasi pihak P3A Nuntu Lawe, TPM, dan BWS Sumatera I
Untuk mendapat keterangan resmi terkait dugaan pengerjaan asal-asalan proyek irigasi di Kandang Mbelang Mandiri.(Zal)
EDITOR : Putra











