Cuaca Panas Ekstrem, 40 Warga Prancis Tewas

oleh
oleh
Cuaca panas ekstrim selama sepekan terakhir, menimbulkan korban jiwa di Prancis.

POSMETRO MEDAN – Prancis mengalami malam dengan suhu terpanas dari Senin (22/6) hingga Selasa (23/6) waktu setempat. Perdana Menteri (PM) Sebastien Lecornu mengumumkan sedikitnya 40 orang, banyak di antaranya masih muda, tewas.

 

Gelombang panas mematikan telah melanda Prancis sejak pekan lalu. Cuaca ekstrem ini mengganggu kehidupan sehari-hari dan memaksa penutupan sekolah-sekolah, serta pembatalan keberangkatan kereta api.

BACA JUGA..  Flu Burung H5 Menyebar

 

Lecornu, seperti dilansir AFP, Selasa (23/6/2026), menggelar rapat darurat dengan jajaran menterinya untuk membahas situasi tersebut. Dalam rapat darurat tersebut, Lecornu menyebut kematian-kematian yang berkaitan gelombang panas di Prancis sebagai “bencana tragis”.

 

“Angka terbaru yang dilaporkan kepada kami adalah 40 kematian sejak 18 Juni, sebagian besar di kalangan anak muda,” kata Lecornu dalam rapat darurat tersebut.

BACA JUGA..  Flu Burung H5 Menyebar

 

Menteri Olahraga dan Pemuda Prancis, Marina Ferrari, mengatakan kepada stasiun televisi France Inter bahwa sedikitnya 20 orang tewas tenggelam sejak awal akhir pekan. Dia mengimbau orang-orang untuk mematuhi aturan keselamatan, saat memilih berenang untuk menghadapi gelombang panas.

 

 

Laporan terbaru badan cuaca Meteo-France menyebut Prancis mencatat malam terpanasnya dari Senin (22/6) hingga Selasa (23/6) waktu setempat, sejak pencatatan mulai dilakukan pada tahun 1947 silam.

BACA JUGA..  Flu Burung H5 Menyebar

 

Menurut angka sementara yang tercatat pada Selasa (23/6) pagi, indikator suhu nasional — rata-rata pembacaan dari 30 stasiun di seluruh Prancis — mencapai level 21,6 derajat Celsius.(dtk)