POSMETRO MEDAN – Swiss menggelar referendum soal pembatasan populasi penduduk di angka 10 juta jiwa pada 2050. Namun usulan itu ditolak berbagai pihak.
Saat ini, populasi Swiss telah melampaui 9,1 juta jiwa. Jika laju pertumbuhan penduduk berlanjut, jumlah tersebut diperkirakan mencapai 10 juta jiwa sebelum 2050.
Jika usulan disetujui, pemerintah akan memberlakukan pembatasan ketat terhadap reunifikasi keluarga, izin tinggal, dan imigrasi. Rencana itu diberlakukan jika jumlah penduduk mencapai 9,5 juta sebelum 2050.
Usulan ini diinisiasi oleh Partai SVP, partai sayap kanan yang memiliki jumlah kursi terbanyak di parlemen. Selama bertahun-tahun, partai ini telah memicu sentimen anti-imigran, terutama yang berkaitan dengan pekerja dari negara-negara Uni Eropa.
Partai SVP bersikeras tentang diperlukannya ‘inisiatif berkelanjutan’ untuk mengatasi peningkatan populasi. Menurut mereka, peningkatan populasi dapat memberikan tekanan terhadap infrastruktur Swiss, perumahan, program sosial, sumber daya alam, dan cara hidup.
Populasi Swiss telah tumbuh jauh lebih cepat daripada negara-negara Uni Eropa di sekitarnya. Dalam dua dekade terakhir, sebagian besar laju pertumbuhan penduduk di Swiss didorong oleh para imigran dari negara-negara Uni Eropa. Sekitar 27 persen penduduk Swiss bukanlah warga negara asli.
Kendati demikian, usulan ini ditolak oleh banyak pihak. Total, sekitar 54,79 persen menentang usulan tersebut, sedangkan 45,21 persen mendukungnya. Tingkat paritisipasinya sendiri berada di angka 58,86 persen.(bbs)












