Polrestabes Limpahkan Kasus Penganiayaan Doli ke Denpom I/5 Medan

oleh
oleh

posmetromedan.com – Masih ingat dengan Dolly Manurung? Ya, dia Ketua IPK Ranting Sekip yang diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan personel TNI AD berinisial Prada D, Senin (5/8/2024).

Meski belum sepenuhnya terbukti bersalah, penangkapannya terbilang brutal. Dia dihajar belasan pria tegap dan rumahnya diobrak-abrik dengan dalih mencari barang bukti.

Penangkapan brutal di Jalan Orde Baru, Kecamatan Medan Barat, tersebut pun dilaporkan oleh ibu Doli ke polisi. Pasalnya, pengakuan keluarga, uang tunai kurang lebih sebesar Rp 40 juta dan sejumlah barang elektronik hilang dari dalam rumahnya.

BACA JUGA..  Satu Pengguna Diamankan, Sarang Narkoba Dihancurkan

Terkait laporan tersebut, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Jama Kita Purba, mengatakan bahwa saat ini pihaknya tidak lagi menangani laporan tersebut. Sebab telah dilimpahkan ke Denpom (I/5 Medan).

Lalu, saat disinggung alasan mengapa laporan tersebut dilimpahkan ke Denpom I/5 Medan, Jama mengatakan bahwa lantaran dugaan pelakunya merupakan oknum. “Dugaannya demikian (oknum TNI),” sebutnya.

Sebelumnya, puluhan orang mendatangi rumah Doli Hamonangan Manurung, pasca kejadian pembacokan terhadap personel TNI AD dari Batalyon 100/PS bernama Prada Defliadi.

BACA JUGA..  Gas Elpiji Raib 13 Tabung, Pelaku Ditangkap Usai Terekam CCTV

Doli Manurung dijemput oleh puluhan orang ini karena, disebut-sebut turut serta dalam kasus pembacokan prajurit TNI AD itu di kawasan Kecamatan Medan Petisah, pada Minggu (4/8/2024) lalu.

Menurut Edward Manurung, anaknya ini dijemput paksa dan sempat dianiaya di lantai tiga rumahnya yang berada di Jalan Orde Baru, Kecamatan Medan Barat.

“Rumah sudah hancur, dihancuri segerombolan itu. Begitu kuatnya pintu besi dibobol, naiklah orang itu ke atas ke lantai tiga, dihantamilah si Doli di situ,” kata Edward, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA..  Warung Kopi Jadi Markas, Dua Pengedar Sabu Diringkus

Katanya, setelah di datangi oleh puluhan orang ini sejumlah barang-barang di dalam rumahnya hilang termasuk uang senilai puluhan juta rupiah.

“Laptop, handphone, duit tabungan Rp 40 juta hilang semuanya. Uang itu padahal setoran parkir ke atasannya (Doli),” sebutnya. “Habis diobrak abrik semuanya, porak-poranda. Lemari juga porak-porandakan dibongkar. Doli dipukuli dari lantai tiga sampai ke bawah, darah semua. Masih ada darahnya nggak gak kami lap,” sambungnya.(tbn)