Dua Kelompok Pelajar Saling Serang di Jalan SM Raja Medan, 2 Korban Kena Senjata Tajam

oleh
Suasana dua kelompok pelajar SMA saling serang di Jalan SM Raja Kota Medan, Tltepatnya di depan Kembar Ponsel. Dalam peristiwa itu, dua pelajar jadi korban sabetan senjata tajam. (Oki Budiman/Posmetromedan.com)

Posmetromedan.com – Puluhan warga hingga pengguna jalan ketakutan saat sejumlah pelajar terlibat tawuran di Jalan Sisingamangaraja persis di depan Kembar Ponsel, Selasa (29/8).

Dua kelompok pelajar itu saling baku hantam hingga ke badan jalan.

Aksi kelompok pelajar berseragam yang belum diketahui asal sekolahnya itu membuat panik pengendara yang melintas.

Dalam Insiden tersebut, dua orang dikabarkan mengalami luka akibat sabetan senjata tajam.

BACA JUGA..  Pembunuh Anak Gudang Arang Tetap Dihukum 8 Tahun

Amatan kru koran ini melihat, awalnya sejumlah siswa SMA dari luar melakukan penyerangan ke sekolah swasta Eria.

Siswa yang diserang tersebut melakukan perlawanan sehingga terjadi aksi saling lempar.

Beberapa warga mengatakan, tawuran bermula saat sekelompok siswa SMA yang berkonvoi mengendarai sepeda motor menyerang siswa sekolah yang tidak jauh dari lokasi bentrokan.

BACA JUGA..  Keponakan Wali Kota Tebingtinggi Dikabarkan Terjaring OTT, Pejabat Diskominfo Ikut Diamankan

“Pas diserang kembali, kawan yang menyerang ini tertinggal dari kelompok mereka, lalu dihajar oleh siswa lainnya hingga dua sepeda motor mereka terjatuh,” jelas warga yang enggan namanya du sebutkan.

Masih keterangan masyarakat setempat, sejumlah warga lainnya mengaku resah dengan aksi tawuran para pelajar itu, apalagi mereka membawa senjata tajam.

“Ada dua orang yang terkena senjata tajam dan sepeda motornya dirusak. Korban sudah dibawa ke rumah sakit,” tutupnya.

BACA JUGA..  Postingan Berujung Maut, Boru Gultom Dibunuh Tetangga

Ditempat terpisah, Lurah Teladan Barat, Juni Hardian mengatakan, sepeda motor korban tawuran tersebut sudah diamankan ke Polsek Medan Kota.

“Besok kami adakan pertemuan baik pihak sekolah, orang tua murid untuk menyelesaikan permasalahan ini,” jelasnya. (*)

Reporter: Oki Budiman
Editor: Maranatha Tobing