TTM Buktikan Bawang Merah Tumbuh Baik di Food Estate Humbahas

oleh
Asisten Pemerintahan dan Kesra, Makden Sihombing saat menyampaikan sambutannya. (Carlos Simamora/Posmetromedancom)

POSMETROMEDAN.com – Taiwan Technical Mission (TTM) membuktikan bahwa bawang merah tumbuh baik di areal Pengembangan Food Estate Kabupaten Humbang Hasundutan.

Hal ini diperlihatkan pada acara Penanaman Bawang Merah untuk areal 5 Ha selanjutnya, Rabu (17/5) di percontohan Poktan Sinar Jaya, sebelumnya bawang merah ini sudah ditanam di areal percontohan.

Pada areal percontohan terbukti bahwa bawang merah bisa tumbuh baik di areal Pengembangan Food Estate dengan pola pertanaman sesuai Standar Operasional Prosedure (SOP) yang diterapkan oleh TTM.

Pada kesempatan itu, Specialist Horticulture Development Project  Mr. Chiu, Chien-Hsiang (Joe) sebagai pelaksana pada pertanaman bawang ini pada memaparkan, bahwa bawang merah bisa tumbuh baik dengan mengikuti SOP yang diterapkan TTM.

“Berawal dari Pemerintah Humbang Hasundutan dan masyarakat memberikan/menyediakan lahan untuk TTM untuk membuat percontohan di Food Estate, kami bertanam bawang merah dengan pengelolaan pertanian mulai dari pengolahan lahan, pemilihan bibit, ketersediaan air dan perawatan tanaman,” ucapnya.

BACA JUGA..  Peringati Haornas ke-43, Bobby Nasution Berikan Tali Asih untuk Atlet Legendaris Sumut

Joe menjelaskan, bahwa pengolahan lahan untuk bukaan baru, pihaknya mengukur kemiringan tanah dan diratakan untuk mempertahankan air siraman merata dan tidak selalu mengalir ke lahan yang rendah. “PH tanah kita ukur dengan alat sensoring dan karena lahannya masih baru kita olah bolak balik, sampai lahannya bagus dan gembur, kita mengolah bolak balik sampai empat kali dan yang besar-besar dihancurkan sampai gembur,” jelasnya.

“Kita menambahkan pupuk kompos untuk 1 hektar 40 ton kompos, sehingga ph yang kita harapkan bisa baik dan tanahnya bisa bagus karena tidak lengket (tanah liat). Kita juga menambahkan 700 kg NPK untuk nutrisi,” tambah Joe.

Setelah penanaman, lanjut Joe menerangkan, pihaknya tidak menggunakan mulsa tetapi terbuka dan dalam perawatan kita menggunakan tenaga para petani sehingga rumput tidak tumbuh. Kelembapan tanah tetap harus dijaga karena bawang merah butuh air setiap harinya, seperti manusia. Oleh karenanya, pihaknya menyediakan penampungan air, untuk lahan 5 ha ini kita menyiapkan 3 penampungan air.

BACA JUGA..  8 Perusak Rumah di Humbahas Ditangkap

“Kita menggunakan teknologi sederhana dalam penyiraman, dengan menggunakan pipa dan selang, serta mesin pemompa air untuk penyiraman menjaga kelembapan tanah. Hal ini dilakukan karena kita tidak bisa memprediksi cuaca. Kita merencanakan bahwa pertanaman bawang merah ini nanti akan dilakukan dengan tumpang sari atau bergantian dengan tanaman palawija seperti sayur jenis sawi taiwan (San Feng)  dan sayur kacang kapri,” terangnya.

Joe mengungkapkan, bahwa setelah lebih kurang tiga bulan TTM bekerja di lahan Food Estate untuk membuat percontohan, hasilnya cukup memuaskan, dan pihaknya akan memulai penanaman untuk areal 5 ha.

BACA JUGA..  Pemkab Samosir dan DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS APBD 2026, Pagu Anggaran Capai Rp838 Miliar

Pada kesempatan itu, Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor, yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra, Makden Sihombing menyampaikan sangat bangga dengan hasil yang dicapai TTM dalam kurun waktu 3 (tiga) bulan bekerja di Food Estate. Hal ini membuktikan jika serius dalam bertani maka hasilnya akan sangat membanggakan.

“Oleh karena itu, kami berharap agar apa yang dilaksanakan oleh pihak TTM bisa dicontoh oleh petani kita di areal Food Estate dan lebih luas para petani di Humbang Hasundutan,” harap Makden.

Hadir pada acara itu, Kepala Taiwan Technical Mission (TTM) di Indonesia Mr. Dennis Kao, Specialist Horticulture Development Project Mr. Chiu, Chien-Hsiang (Joe), Kadis Petanian, Junter Marbun, Kadis Kominfo Batara F. Siregar, Camat Pollung Imron Lumban gaol, Kepala Desa Siria-ria dan kelompok tani. (*)

Reporter: Carlos Simamora
Editor: Maranatha Tobing