POSMETROMEDAN.com – Dipenghujung kegiatan Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2023 yang digelar di Kota Medan, Sumatera Utara, H Syahrul M Pasaribu selaku Sahabat Pers Sumatera Utara (Sumut), menggelar acara malam ramah tamah bersama sejumlah wartawan yang tergabung dalam PWI Tabagsel, di Sajian Bhineka, Medan, Jumat (10/2/2023) malam kemarin.
Dekan Fisipol Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Dr. Arifin Siregar mengatakan, Syahrul M. Pasaribu mantan Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) dua periode, merupakan tokoh yang mampu menjaga sinergitas dengan stakeholders, baik saat menjabat maupun setelah tidak menjabat di DPRD maupun Bupati.
“Bapak ini tokoh yang suka berdiskusi dan tidak pernah merasa pintar tetapi justru tokoh yang pintar merasa. Juga selalu menerima perbedaan,” ungkap Dr. Arifin disela jamuan makan malam saat itu.
Pada pertemuan yang diakhiri penyerahan cindera mata dari Syahrul Pasaribu kepada kontingen PWI Tabagsel itu dihadiri Ketua Partai Golkar Tapsel Rahmat Nasution, Ketua PWI Tabagsel Sukri Falah Harahap, anggota DPRD Tapsel dari Partai Golkar Andesmar Siregar dan Zulkarnain Dalimunthe serta pengamat sosial Kahfi Siregar.
Arifin menyebut, Syahrul Pasaribu penerima anugerah Sahabat Pers dan terakhir diterimanya pada tahun 2014, merupakan sosok panutan yang mampu menjaga hubungan baik dan bersinergitas dengan berbagai kalangan, termasuk dengan pers.
“Saya kenal beliau sejak tahun 2002, saat saya masih wartawan dan saat itu beliau anggota DPRD Sumut. Ketika dua periode menjabat Bupati, pak Syahrul pemimpin yang sukses membangun Tapsel,” ujarnya.
Bahkan Arifin mengakui, dalam berbagai pertemuan, ia sering menyebut kepemimpinan Syahrul Pasaribu sebagai contoh kepala daerah yang sukses membangun daerah seperti memindahkan Ibukota dan pusat Pemerintahan dari Sidimpuan ke Sipirok dengan membangun perkantoran Bupati Tapsel yang terpusat dan terintegrasi lengkap dengan infrastruktur lainnya misalnya Masjid Agung Syahrun Nur Sipirok.
Ketua PWI Tabagsel Sukri Falah Harahap menuturkan, sinergitas antara PWI Tabagsel dengan Syahrul Pasaribu maupun dengan Rahmat Nasution, dari dulu sampai saat ini tetap terjaga dengan baik.
Hal sama juga diungkapkan Wakil Ketua PWI Tabagsel Nimrot Siregar mewakili kontingen Tapsel di HPN 2023.
Ditegaskan, yang hadir pada pertemuan itu satu sama lainnya, telah saling kenal dan selalu saling menghargai dan menyayangi.
Menurutnya, Syahrul Pasaribu merupakan seorang tokoh yang memiliki kepiawaian dalam memimpin, berkomunikasi, berpolitik dan bermasyarakat serta merawat persahabatan dengan berbagai kalangan dengan baik.
Menyahuti itu, Syahrul Pasaribu berterimakasih kepada kontingen PWI Tabagsel di HPN 2023. Karena berkenan menghadiri undangannya di jamuan tersebut. Ditegaskannya, selama dua periode menjabat Bupati Tapsel, sejak awal kepemimpinannya di tahun 2010 tidak pernah jauh dengan pers. Ia selalu berhubungan baik dengan insan pers.
“Di awal kepemimpinan kami, besaran APBD Tapsel sekitar Rp520 miliar. Saat mengakhiri jabatan kedua periode di tahun 2021, pendapatan di APBD sekitar Rp1,4 triliun. Sebelum Covid atau di tahun 2019, pendapatan di APBD Tapsel sudah terealisasi Rp1,47 triliun,” sebutnya.
Ditambahkan, berbagai keberhasilan yang telah dicapai selama dua periode menjadi Bupati Tapsel, tidak pernah lepas dari peran pers.
Seperti keberhasilan memindahkan ibukota dan pusat pemerintahan Tapsel dari Sidimpuan ke Sipirok. Membangun perkantoran Pemkab Tapsel yang pada awalnya menghadapi berbagai tantangan serta dinamika yang tinggi dan dihadapi dengan sabar yang pada akhirnya berhasil dengan baik. Peran pers sangat besar di situ.
Demikian juga dalam mengatasi unjukrasa tentang Tambang Mas Martabe di tahun 2012-2013 yang eskalasinya ketika itu sangat tinggi. Berhasil diatasi dengan baik dan ini tak terlepas dari besarnya peran pers.
Di bidang pemerintahan, keberhasilan juga cukup banyak yang dicapai. Peran pers juga ada didalamnya termasuk dalam pengelolaan keuangan daerah yang tujuh kali berturut-turut mendapat opini WTP dari BPK RI.
Tujuh kali juga mendapat Dana Insentif Daerah (DID) dan di antaranya mendapat Anugerah Dana Rakca. Yakni tahun 2017 sebesar Rp50 M dan tahun 2020 DID/Dana Rakca sebesar Rp52 M lebih.
Demikian juga halnya dalam peningkatan kesejahteraan (IPM/Indeks Pembangunan Manusia), tumbuh signifikan dan peringkatnya diantara 33 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara dapat ditingkatkan dan dipertahankan dengan baik.
Di akhir jamuan itu Syahrul Pasaribu berpesan kepada insan pers dan khususnya yang tergabung di PWI, agar tetap jaga integritas, berharap melaksanakan Tupoksi dengan baik dan selalu menaati Kode Etik Jurnalistik. (*)
Reporter: Amran Pohan
Editor: Maranatha Tobing












