POSMETRO MEDAN – Aksi nekat sekelompok remaja kembali mencoreng rasa aman pengguna jalan di wilayah Sumatera Utara. Kali ini, percobaan pemerasan dengan ancaman senjata tajam terjadi di ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di Kabupaten Asahan, pada Kamis malam yang mencekam.
Korban, Jumiko (26), tak pernah menyangka perjalanan rutinnya berubah menjadi situasi berbahaya. Saat melintas seorang diri di kawasan Kelurahan Mekar Baru, Kecamatan Kisaran Barat, ia tiba-tiba dipepet oleh sekelompok remaja yang mengendarai sepeda motor tanpa pelat nomor. Dalam hitungan detik, situasi memanas—salah satu pelaku mengacungkan senjata tajam sambil meminta uang dengan dalih untuk membeli minuman keras.
Ancaman itu bukan gertakan kosong. Namun, di tengah tekanan, korban memilih melawan. Dengan refleks, ia menangkis serangan pelaku sebelum akhirnya berhasil meloloskan diri dari kejaran di jalan gelap tersebut. Keberanian itu menyelamatkannya dari kemungkinan yang lebih buruk.
“Korban sempat melakukan perlawanan dengan menangkis serangan pelaku, kemudian berhasil melarikan diri dari kejaran. Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian,” Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Immanuel P. Simamora, dalam keterangannya Sabtu (25/4/2026).
Laporan korban langsung ditindaklanjuti cepat oleh Polres Asahan. Hanya dalam hitungan jam, tim Satreskrim bergerak melakukan penyelidikan intensif. Hasilnya, tiga dari empat pelaku berhasil diringkus pada malam yang sama di kawasan Jalan Tusam, Kelurahan Sidomukti.
Ketiga pelaku yang diamankan masih berusia remaja—DS (16), HT (18), dan SM (16). Sementara satu pelaku lain berinisial AAS (16) masih dalam pengejaran. Dari tangan mereka, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam yang digunakan untuk mengintimidasi korban.
Kasus ini menjadi potret nyata meningkatnya keberanian pelaku kejahatan jalanan, bahkan di kalangan usia muda. Aparat kepolisian kini tidak hanya memburu pelaku yang kabur, tetapi juga mendalami kemungkinan adanya jaringan atau aksi serupa di lokasi lain.
Editor: Oki Budiman












