POSMETRO MEDAN – Sebanyak 20 unit sepeda motor berknalpot brong diamankan dalam patroli skala besar yang digelar Polres Tebing Tinggi bersama Subdenpom I/1-1 Tebing Tinggi dan Sat Brimob Yon B, Sabtu (25/7/2026) malam.
Operasi ini menjadi langkah tegas aparat untuk menekan aksi geng motor, balap liar, hingga berbagai bentuk kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat.
Patroli gabungan tersebut menyisir sejumlah titik yang selama ini dinilai rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama pada malam akhir pekan.
Kabag Ops Polres Tebing Tinggi, Kompol Herliandri, mengatakan sebanyak 20 sepeda motor ditindak karena menggunakan knalpot brong yang kerap menjadi sumber kebisingan sekaligus identik dengan aktivitas konvoi dan balap liar.
“Ada sebanyak 20 unit sepeda motor terjaring lantaran menggunakan knalpot brong. Penindakan ini dilakukan sebagai upaya menciptakan kenyamanan masyarakat serta menekan gangguan ketertiban umum,” ujar Herliandri, Minggu (26/7/2026).
Patroli menyasar sejumlah lokasi strategis, mulai dari Gapura Desa Paya Kuruk, Underpass Tol Tebing Tinggi–Pematangsiantar, Jalan Gunung Lauser, Simpang Dolok, Simpang Ramayana, Jalan Taman Bahagia, Jalan H.M. Yamin, Jalan Yos Sudarso, hingga kawasan Pintu Tol Tebing Tinggi dan perbatasan Kecamatan Sei Bamban.
Kehadiran personel gabungan di titik-titik tersebut bertujuan mengantisipasi munculnya kelompok geng motor, aksi balap liar, hingga tindak kriminalitas yang kerap terjadi pada malam libur.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) Polres Tebing Tinggi sebagai bentuk komitmen kepolisian menjaga situasi tetap aman dan kondusif, sekaligus memberikan rasa nyaman kepada masyarakat yang beraktivitas pada malam hari.
Polres Tebing Tinggi menegaskan patroli serupa akan terus dilakukan secara berkala. Selain menindak pelanggaran, kegiatan ini juga menjadi peringatan bagi para pengendara agar tidak menggunakan knalpot brong maupun terlibat dalam aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban umum.
Editor: Oki Budiman












