POSMETRO MEDAN – Kerjasama menguntungkan antara agen perjalanan wisata Tiara Indah dan pihak sekolah SD Negeri 105399 Kulasar, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deli Serdang, modus edukasi luar sekolah gagal dilaksanakan.
Pasalnya keburu beriak karena sejumlah orang tua murid yang kurang mampu keberatan dan muncul dalam pemberitaan sejumlah media massa.
Menyikapi hal ini, UPT SPF SD Negeri 105399 Kulasar secara resmi akhirnya membatalkan rencana Kegiatan Edukasi Pembelajaran di luar sekolah.
Kegiatan yang sebelumnya dijadwalkan bersama Tiara Indah Travel pada Rabu, 15 April 2026 tersebut sedianya akan mengunjungi sejumlah lokasi edukatif, yakni Museum Negeri Sumatera Utara, Perpustakaan Deli Serdang, Museum Daerah Deli Serdang, serta Kolam Renang Deli Serdang.
Dalam surat pembatalan tertanggal 7 April 2026 yang ditandatangani Kepala Sekolah, Rubiah, dengan alasan, bahwa pembatalan dilakukan setelah mempertimbangkan padatnya jadwal ujian siswa.
“ alasannya pihak sekolah memprioritaskan kesiapan akademik siswa agar dapat menghadapi ujian dengan maksimal tanpa terganggu oleh kegiatan di luar sekolah,” ucap Kepala Sekolah dilansir, Jumat(10/4/2026).
Selain itu, Kepala sekolah juga mengimbau kepada orang tua yang telah melakukan pembayaran sebesar Rp145.000 agar segera berkoordinasi dengan wali kelas masing-masing untuk proses pengembalian dana maupun informasi lanjutan.
“Segera menghubungi wali kelas masing-masing untuk pengembalian dana atau koordinasi lebih lanjut,” ujar Kepala Sekolah
Sebelumnya, pihak sekolah berencana memberangkatkan para muridnya untuk study tour dengan biaya Rp 145.000 perorang, dan rencana berangkat pada 15 April 2026. Tapi hal ini akhirnya masuk angin karena sejumlah orang tua murid ada yang keberatan karena tak punya uang dan hal ini mencuat.
Pihak sekolah mendapat teguran dari Dinas Pendidikan karena masa saat ini ekonomi lagi sulit malah mau jalan jalan minta uang wali murid.
Irwansyah, Pejabat Dinas Pendidikan selaku Kepala Bidang Sekolah Dasar saat di konfirmasi membenarkan pihaknya sudah memanggil Oknum Kepala Sekolah Dasar tersebut dan memintanya untuk membatalkan rencana kegiatan itu.
Namun, sejumlah pihak mengecam kebijakan pihak sekolah yang tak menghargai Bupati Deli Serdang dimana Bupati tegas menekankan tidak ada bisnis di sekolah apa lagi melibatkan para guru maupun kepala sekolah. ( Wan)
EDITOR : Putra












