POSMETRO MEDAN – Zetro Leonardo Purba (40), Diplomat di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Lima, Peru, dibunuh dengan cara ditembak di depan istri oleh tiga orang diduga pembunuh bayaran.
Melansir dari media Peru, 21, peristiwa bermula saat korban baru saja pulang bekerja. Malam itu, korban menuju tempat tinggalnya di kawasan Lince, Lima, dekat Taman Ramon Castilla.
Ketika sampai di depan apartemen, muncul tiga orang tidak dikenal. Sejurus kemudian, letusan senjata api terdengar.
Istri Zetro yang menunggu di depan pintu gedung apartemen shock melihat suaminya ditembak. Setelah meletuskan tembakan tiga kali, para pelaku kemudian kabur.
Korban sempat dilarikan ke Klinik Javier Pedro, yang jaraknya berkisar 1 Km dari lokasi kejadian. Namun nahas, luka yang dialami korban cukup serius. Korban kemudian meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.
Zetro Leonardo Purba adalah diplomat Indonesia yang menjabat sebagai Penata Kanselerai Muda di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Lima, Peru.
Ia baru menjalani penugasan di Peru selama lima bulan setelah sebelumnya bertugas di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Melbourne, Australia.
Zetro Leonardo Purba berusia sekitar 40 tahun dan dikenal sebagai diplomat yang berdedikasi dalam menjalankan tugas-tugas diplomatiknya di luar negeri.
Pihak Kepolisian Nasional Peru bersama tim forensik melakukan penyelidikan langsung di lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti dan mengklarifikasi motif penembakan, yang hingga kini masih belum diketahui dan tetap terbuka untuk berbagai kemungkinan.
KBRI Lima bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia juga berkoordinasi dengan pihak berwenang Peru untuk menanggapi kejadian ini.(bbs)











