example bannerexample bannerexample banner

Proyek Galian Pipa di Jalan Teuku Umar Binjai Utara Dikeluhkan, Warga Desak Rekondisi Jalan Demi Kenyamanan

oleh
Proyek galian pipa.

POSMETRO MEDAN  – Aktivitas proyek galian pipa di kawasan permukiman Jalan Teuku Umar, Kecamatan Binjai Utara, menuai keluhan serius dari masyarakat.

Warga mendesak pihak kontraktor agar segera melakukan rekondisi jalan yang rusak akibat galian, sekaligus memperbaiki titi (jembatan kecil) yang terdampak jalur pemasangan pipa.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sebagian besar bekas galian hanya ditimbun secara sementara tanpa pemadatan.

BACA JUGA..  “Double Winner”, Abimanyu Melesat Kibarkan Merah Putih Dua Kali di Thailand
example banner

Hal ini menyebabkan permukaan jalan tidak rata, mudah amblas, dan berpotensi membahayakan pengendara, khususnya kendaraan roda dua. Selain itu, timbunan tanah yang tidak ditata rapi menimbulkan debu pada musim kemarau serta lumpur saat hujan, sehingga menambah keresahan masyarakat.

“Kami tidak menolak adanya pembangunan, namun kontraktor seharusnya memperhatikan keselamatan warga. Tanah timbunan harus dipadatkan agar jalan kembali rata dan layak dilalui, bukan dibiarkan bergelombang,” ungkap seorang warga sekitar, Rabu (17/9/2025).

BACA JUGA..  Polres Binjai Tangkap Dua Bandar Sabu, Peredaran Narkoba di Binjai Timur Digulung

Tidak hanya jalan, warga juga menyoroti kerusakan pada sejumlah titi di depan rumah mereka. Infrastruktur kecil yang berfungsi sebagai akses keluar-masuk warga tersebut mengalami kerusakan akibat dilewati jalur galian pipa maupun kendaraan proyek.

example bannerexample banner

Tokoh masyarakat setempat menegaskan, kontraktor memiliki kewajiban penuh untuk mengembalikan kondisi jalan dan fasilitas yang rusak seperti semula. Ia juga meminta pemerintah daerah melakukan pengawasan ketat agar standar pengerjaan proyek tetap sesuai aturan dan tidak mengorbankan kenyamanan warga.

BACA JUGA..  Ditanya JPU Soal Keterangan Kadis, Suara Wali Kota Tebingtinggi Meninggi

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor belum memberikan tanggapan resmi atas desakan masyarakat.(dyka.p)

EDITOR : Rahmad