POSMETRO MEDAN – Elemen Masyarakat pemerhati angggaran mencium aroma tak sedap terkait pengelolaan anggaran di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Deli Serdang.
Selanjutnya akan segera membuat laporan pengaduan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) terkait anggaran pakaian, makanan dan minuman (mamin) untuk kebutuhan untuk menunjang kegiatan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2025 mencapai Rp 543 Juta.
“Setelah kami membaca pemberitaan sebelumnya kami menilai ada angggaran yang begitu fantastis, sehingga patut diduga adanya korupsi angggaran pakaian maupun makan minum pada kegiatan Paskibraka tahun 2025,” kata Penggiat Anti Korupsi Syahrul Tanjung pada Posmetro Medan. Rabu,17/9/2025.
Penggiat Anti korupsi yang memiliki lembaga swadaya masyarakat di Kabupaten Deli Serdang ini menegaskan, Sehingga lanjutnya, untuk menjawab kepastian hukum yang ada, maka pihaknya akan melaporkan ke Kejati Sumut yang dipimpin Bapak Harly Siregar terkenal tegas dalam penegakan hukum kasus korupsi.
“Ini sebagai bentuk kepedulian kita terhadap anggaran-anggaran Pemerintah yang berasal dari uang rakyat, maka kami akan melaporkan guna kepastian hukum apakah terjadi dugaan markup. Bila tidak ada, maka clear penggunaan anggarannya sesuai prosedur,” tegasnya.
Sementara sebelumnya
Pemkab Deliserdang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) fantastis yang mencapai Rp 543 Juta.
Data yang dihimpun wartawan, Rp 543 Juta terdiri dari angggaran untuk pakaian mencapai Rp 378.840.000 yang ada di beberapa item yakni belanja pakaian dinas latihan (PDL) Rp. 114.000.900.000, belanja pakaian olahraga Rp 30.840.000, belanja pakaian traning Rp. 96.000.000 dan belanja pakaian upacara (PDU) Rp 137.100.000. Sedangkan untuk biaya makan minum Rp 164.220.000.
Banyaknya anggaran Paskibraka mendapat perhatian penggiat antikorupsi. Ia meminta anggaran tersebut patut di awasi karena berpotensi penyalahgunaan dan bahkan berpotensi adanya mark up anggaran. Sehingga diminta Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) untuk memeriksa anggaran tersebut.
Bahkan disebut-sebut, Anggaran pengadaan seragam Paskibraka cukup besar itu. Namun, dugaan seragam yang dibuat itu tak sesuai spesifikasi yang sudah ditetapkan.
Sedangkan makan-minum juga didapat informasi sempat diprotes sejumlah peserta Paskibraka yang mengeluhkan mengenai kualitas dan kuantitas makanan yang disediakan bahkan untuk puding sempat tidak diberikan.
Seharusnya pihak Kesbangpol tidak main-main dengan makan minumnya anggota Paskibraka yang menilai anggarannya begitu fantastis.
Sementara dikonfirmasi untuk dimintai tanggapan serta klarifikasinya, PLT Kepala Kesbang Pol Deli Serdang Zainal Hutagalung tidak menanggapi. Kepala kesbang pol yang merangkap dua jabatan ini memang selalu cuek kalau dikonfirmasi wartawan.
Sementara itu seorang Kepala Bidang berinisial S yang sempat diwawancarai wartawan beberapa waktu lalu menyebutkan kalau terkait pengelolaan anggaran ia sudah melakukan sesuai prosedur dan realisasi yang ada. Dan membantah kalau ada penggelembungan atau Mark up dalam penggunaan anggaran dimaksud.
EDITOR : Rahmad












