Pencuri Ubi Dipukuli, Ditodong Pistol-Dibakar

oleh
oleh

 

POSMETRO MEDAN – Niatnya meminta maaf terkait kasus pencurian ubi, dua pria justru jadi korban amuk warga. Selain dipukuli dan ditodong pistol, seorang diantaranya bahkan dibakar.

Tindakan mengerikan itu dialami Peri Andika (18) dan Jepri Santoso (44) di kawasan Jalan Waduk, Dusun I Senggani, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang.

Itu disampaikan korban melalui kuasa hukumnya, Riki Irawan SH MH. Dikatakan, pembakaran dilakukan oleh pria berinisial HR yang disebut-sebut bekerja sebagai ASN di Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang.

Diungkapkan, penganiayaan terjadi pada Rabu, 6 Agustus 2025 lalu. Peri dan Jepri datang ke lokasi penganiayaan atas permintaan Kepala Dusun serta tokoh masyarakat setempat.

BACA JUGA..  Aksi Pengutil di Minimarket: Satu Kabur, Satu Tertangkap

Tujuannya, mereka diminta untuk meminta maaf atas pencurian yang dilakukan sebelumnya. Keduanya kemudian datang ke warung IKD, tempat para penggarap biasa berkumpul.

“Mereka datang bersama orang tua dan istri. Namun setibanya di lokasi, justru langsung dipukuli pria berinisial AMR yang merupakan ketua kelompok penggarap. Bahkan, AMR juga menodongkan benda mirip senjata api (pistol),” kata Riki, Selasa (12/8/2025).

Keluarga korban yang menyaksikan kekerasan tersebut diminta meninggalkan lokasi. Mereka semula keberatan karena datang dengan itikad baik untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

Kekerasan tak berhenti di situ. Beberapa penggarap lainnya datang, termasuk pria berinisial EH, yang disebut-sebut merupakan anggota Brimob, serta HR. Mereka ikut memukuli kedua korban.

BACA JUGA..  Pria 24 Tahun Diciduk Bawa Sabu 2,71 Gram

“HR menarik keduanya ke lokasi terpisah dan menyiram mereka dengan bensin. Jepri berhasil melawan dan selamat. Namun Peri dibakar menggunakan korek api hingga tubuhnya terbakar,” ujar Riki.

Orang tua Peri yang mendapat kabar putranya dibakar segera datang ke lokasi. Namun, HR sama sekali tidak memberikan tanggapan. Warga yang melihat sisa bensin langsung mengamankan barang bukti dari tempat kejadian.

“Sempat dimediasi oleh Kepala Dusun agar HR bertanggung jawab. Tapi justru HR meminta agar Peri segera pulang dari rumah sakit,” kata Riki lebih lanjut.

BACA JUGA..  Dibilang Bodat, Bu Kepsek Somasi Ketua DPRD Dairi

Atas kejadian ini, pihak korban melaporkan AMR, EH, HR, dan enam orang lainnya yang belum diketahui identitasnya ke Polsek Medan Tembung pada Jumat (8/8/2025). Laporan teregister dengan Nomor LP/B/1220/VIII/2025/SPKT/POLSEK MEDAN TEMBUNG.

“Barang bukti berupa sisa pertalite dan jaket terbakar juga sudah kami serahkan. Kami berharap polisi segera mengusut tuntas dan menangkap pelaku,” ucap Riki.

Beberapa saksi telah diperiksa. Sementara para terlapor akan segera dipanggil untuk memberikan klarifikasi dalam waktu dekat. Riki berharap kepolisian dapat memberikan perhatian serius agar tidak terjadi kejadian serupa di kemudian hari.(mis)