Kelompok Pria Bersajam Teror Warga Mabar

oleh
oleh

POSMETRO MEDAN – Sekelompok pria bersenjata tajam (Sajam) menebar teror di Mabar. Delapan rumah warga dirusak, setelah sebelumnya memadamkan listrik di sekitar lokasi kejadian

Teror pada Sabtu (2/8/225) dini hari itu membuat warga seputaran Lorong Jaya, Lingkungan 16, Kelurahan Mabar, Medan Deli, ketakutan hingga saat ini.

Bersenjatakan kelewang, parang, martil, dan pisau, para pelaku mengobrak-abrik rumah-rumah, menghancurkan dinding rumah, memecahkan perabotan, dan menebar teror kepada para penghuni, termasuk anak-anak dan perempuan.

BACA JUGA..  CCTV Bongkar Aksi Pencurian, 5 Pelaku Diringkus

“Saya terbangun karena jeritan tetangga. Tiba-tiba gelap total. Saat keluar, saya dikepung dan kelewang ditempelkan ke leher saya. Mereka ancam lalu masuk rumah, semua dihancurkan,” ujar Sj, salah satu korban, dengan suara bergetar.

Puluhan personel Brimob tiba di lokasi hanya beberapa menit setelah kejadian. Kedatangan petugas disyaki karena salah satu rumah korban merupakan milik keluarga anggota Brimob.

Korban telah membuat laporan resmi ke Polsek Medan Labuhan dengan nomor laporan LP/B/596/VIII/2025/SPKT SEKTOR MEDAN LABUHAN.

BACA JUGA..  Operasi Antik Toba 2026, Sat Narkoba Polresta Deli Serdang Tangkap 78 Tersangka

Ketua PAC PDI Perjuangan Medan Deli, Guntur Parulian Turnip, turut mendampingi warga dan mengecam keras aksi tersebut. Ia menilai kejadian ini bukan sekadar pengrusakan, tetapi bentuk nyata teror terhadap masyarakat sipil.

“Leher warga ditempel kelewang, anak-anak menangis ketakutan. Ini tidak bisa dianggap remeh. Kami minta Kapolda Sumatera Utara bertindak cepat dan menangkap para pelaku,” ujar Guntur saat diwawancarai, Minggu (3/8/2025).

Ia juga menyebut kemungkinan adanya aktor intelektual di balik penyerangan ini. “Kami menduga ini bukan murni kriminalitas biasa. Ada indikasi kuat bahwa aksi ini terencana dan dilakukan untuk menekan warga,” katanya.

BACA JUGA..  Jaringan Narkoba di Palas 'Nyangkut' 11 Bandar Dibawa ke Meja Hijau

Guntur mengaku telah berkoordinasi dengan Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Rapidin Simbolon serta Ketua DPC PDI Perjuangan Medan Hasyim, dan memastikan dukungan hukum penuh bagi para korban.

“Kami juga meminta perlindungan ekstra bagi warga. Mereka tidak berani tidur di rumah sendiri malam ini. Negara harus hadir,” ucapnya.(mis)