Diduga Pungli, Bupati Diminta Copot Kepsek SMPN I Lubuk Pakam

oleh
SMPN 1 Lubuk Pakam

POSMETRO MEDAN – Sejumlah warga meminta kepada Bupati Deli Serdang Asriludin Tambunan untuk mencopot Kepala Sekolah SMP Negeri I Lubuk Pakam karena diduga kerap melakukan pungutan liar yang membebani orang tua siswa.

Informasi dihimpun, sekolah SMPN 1 lubuk pakam sebelumnya disebut mengutip uang perpisahan siswa sebesar Rp 450 ribu namun belakangan tak jadi karena ada larangan dari Dinas Pendidikan melalui surat edaran yang dibuat Kepala Dinas. Dari kutipan uang itu dikembalikan Rp 300 ribu namun sisanya Rp 150 ribu tak dikembalikan dengan alasan sudah panjar bus dan hotel untuk menginap.

Selain mengutip uang perpisahan yang sebagian tak dikembalikan ada juga kutipan pada siswa baru untuk membayar Rp 50 ribu persiswa uang itu digunakan untuk mengecat ruangan kelas dan membeli kain gorden. Ada juga uang tabungan seribu setiap hari dibebankan pada siswa namun uang itu tak tau juntrungannya malah kabarnya dibelikan untuk ATK seperti spidol dan penghapus papan tulis oleh guru. Padahal sudah ada dana BOS.

BACA JUGA..  Korban Terakhir Ditemukan, Tiga Orang Tewas Akibat Ledakan di Grand Polonia

Warga mendesak Bupati Deli Serdang untuk mencopot Kepala Sekolah SMPN Lubuk Pakam karena terkait dugaan pungli yang berkembang di SMPN I L Pakam sudah sering terdengar dan ini harus diakhiri pada kepemimpinan Asriludin Tambunan yang dikenal tegas tak ada ampun bagi pelaku pungli di instansinya.

Elfian Kepala Sekolah SMPN I Lubuk Pakam saat coba dikonfirmasi, Minggu,24/8/2025. belum memberikan tanggapan klarifikasi terkait dugaan pungli yang disasarkan pada pihaknya.

BACA JUGA..  Program Z-Chicken dari Baznas Diapresiasi Plt Bupati Langkat

Terpisah, Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang Irwansyah saat dikonfirmasi wartawan mengaku kaget dan berjanji akan melakukan tindak lanjut atas informasi ini.

” Waduh kita akan buat Berita Acara Pemeriksaan untuk informasi ini, namun lebih pas lagi supaya tak bisa berkilah para orang tua siswa buat laporan ke dinas biar jelas dan tak bisa ngelak lagi,” ucap Sekertaris.( Wan)

EDITOR : Rahmad