Rekaman CCTV Dekat TKP Puluhan Anak Geng Motor Kumpul, Ilham Diduga Dihabisi dan Dibunuh

oleh
Keluarga Korban Menunjukkan TKP dan Posisi Korban saat ditemukan Tewas

POSMETRO MEDAN – Misteri kematian siswa kelas 1 SMP Negeri 4 Lubukpakam warga jalan bakti 2 gang tali air Dusun Ampera Utara Desa Sekip Kecamatan Lubukpakam, Kabupaten Deli Serdang, Muhammad Ilham (13) semakin terkuak dan mendapat titik terang bahwa kasus kematian anak bungsu dari pasutri Rudi dan Suyati ini diduga mati dibunuh dan bukan Kecelakaan lalulintas.

Menurut Abang Kandung korban, Dicky Andrian menjelaskan saat mengetahui adiknya tewas di jalan Pelak Desa Sekip Lubukpakam tersebut penuh keganjilan atas kematian adiknya yang tidak wajar.

Dari hasil yang dilihatnya langsung di TKP , Dicky melihat adiknya sudah dalam keadaan tewas dengan posisi jongkok sujud dengan kondisi tubuhnya dan bajunya basah tanpa ada melihat darah di bekas darah dipakaian yang dikenakan adiknya tersebut.

” Tak ada darah sama sekali bang , tubuh adik saya basah kuyub gitu , luka yang bekas bacokan itu pun sudah tak ada darahnya lagi, saya periksa di TKP tidak ada darah yang menempel baik di rumput , dinding dan parit ” kata Dicky

BACA JUGA..  Dua Rumah Hangus Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Kipas Angin

Ia dan keluarga menduga adiknya tersebut dihabisi secara dikeroyok dengan menggunakan senjata tajam dan mayatnya di letakkan di TKP dekat sepeda motor nya seolah olah peristiwa ini menjadi peristiwa lakalantas.

” Kami menduga adik saya ini dihabisi di hajar dan dibunuh di sekitar TKP ada lahan kosong, dan setelah tewas adik saya ini diangkat di letakkan mayatnya di dekat parit dan tembok pinggir jalan gang pelak ini ” sebut Dicky .

Ia juga menduga setelah di habisi nyawa adiknya , para pelaku membersihkan darah darah dari luka luka bacok tersebut.

” Kondisi tubuh adik saya basah, kalau luka baru satu malam pasti darah yang ada di kepala nya pasti mengucur segar, ini sama sekali tidak bekas darahnya, saya juga menemukan diduga barang bukti kejahatan dari para pelaku geng motor disekitar TKP mayat adik saya” kata Dicky.

Di katakannya ia menemukan ada celana dalam yang masih baru sekitar 9 celana dalam laki laki di dalam plastik kresek yang kondisi celana dalam tersebut basah.

BACA JUGA..  Kunjungan Baleg DPR RI, Bupati Samosir Dorong RUU Masyarakat Adat Segera Disahkan

” Ada 9 Celana dalam , kondisinya basah saya hitung ada tujuh , saya menduga ini barang bukti untuk mengelap atau membersihkan darah darah dari luka adik saya , ada dua batu krikil ukuran selapak tangan dua biji seperti ada dugaan darah yang kering, kemudian ada kulit kacang baru seperti ada orang yang baru kumpul kumpul makan kacang , ada juga plastik dan bongs seperti alat penghisap sabu” kata Dicky.

Selain itu mengapa pihak keluarga menduga adiknya di bunuh kawanan geng motor, dari CCTV di jalan pantai labu -Lubukpakam simpang gang pelak Desa Sekip terlihat puluhan orang dengan mengendarai sepeda motor ngumpul di pinggir jalan Pelak yang jaraknya sekitar 700 meter dari penemuan mayat Muhammad Ilham.

” Mereka ngumpul di malam adik saya tewas itu pada tanggal (13/4) dini hari dari pukul 00.00 hingga pukul 05.30 Wib dan dari CCTV, ngumpul nya di jalan gang pelak juga yang jaraknya dekat dengan TKP mayat adik saya dan sekitar pukul 06.00 WIB Adik saya ditemukan warga sekitar sudah tidak bernyawa ” pungkas Dicky.

BACA JUGA..  Kecelakaan di Tol Sibanceh, Anggota DPRA Luka Berat, Istri Tewas

Untuk itu , Dicky yang saat itu bersama Ibunya Suyati sangat berharap kepada pihak kepolisian Daerah Sumatera Utara dan Polresta Deliserdang untuk segera mengungkap kematian Muhammad Ilham.

” Kami meminta ini diusut tuntas bang, ini bukan kecelakaan lalulintas, adik saya ini dibunuh , semua orang melihat luka adik saya ini , ini bukan kecelakaan lalulintas, tapi ini kasus pembunuhan , untuk itu kami berharap dengan sangat memohon keadilan kepada pihak kepolisian agar segera menangkap para kawanan pelaku yang membunuh adik saya ini bang ” kata Dicky.

Ia juga menambahkan bahwa pihak kepolisian saat ini masih memeriksa saksi saksi.

” Masih saksi saksi dimintai keterangan bang , tapi di mintai keterangan di unit lakalantas, heran juga kami bang , padahal tak ada luka kecelakaan sikitpun, kami meminta kasus ini di limpahkan ke Reskrim lah bang , sudah dua Minggu berjalan , sudah lama kali” tandas Dicky memohon.( Wan)

EDITOR : Rahmad