3 Hari Disiksa Kekasih Ibu, Balita Tewas Alami Penyumbatan Usus

oleh
oleh

POSMETRO MEDAN – Penganiayaan yang dialami AYP (3) selama tiga hari oleh kekasih ibunya, Zul Iqbal (38) mengakibatkan balita itu mengalami penyumbatan usus.

Itu diungkap pihak medis saat korban dibawa ibunya, Pia (32) ke rumah sakit pasca mendapati korban mengalami demam. Sayangnya, upaya Pia terlambat karena nyawa AYP tidak tertolong.

Menurut Pia, anak semata wayangnya dijemput pelaku pada Sabtu 22 Maret pagi lalu. Saat itu kondisi korban sehat tanpa luka apapun. “Waktu dijemput, anak saya tidak ada luka sama sekali,”kata Pia, di Polrestabes Medan, Sabtu (29/3/2025).

BACA JUGA..  Marbot Diseret dan Dikeroyok Sepulang Ngajar Mengaji

Pia mengaku mengenal Zul Iqbal sejak Oktober tahun 2024 lalu, dan keduanya menjalin hubungan asmara. Ia beralasan menitipkan anaknya karena tersangka juga memiliki anak yang sudah saling kenal dengan korban.

Keesokan harinya, Minggu 23 Maret, Pia mengaku sempat mau menjemput anaknya, namun dilarang. Alasan tersangka, AYP demam dan akan dirawat oleh kakaknya sampai sembuh (diduga istri sahnya).

BACA JUGA..  Aksi Pengutil di Minimarket: Satu Kabur, Satu Tertangkap

“Hari Minggu mau saya jemput, tetapi kalau aku menyatakan kalau korban ini sedang demam dan akan diurus kakaknya.” Tiga hari kemudian, tepatnya Selasa 25 Maret dinihari ia menjemput anaknya. Disinilah korban demam dan ditemukan sejumlah luka memar di tubuhnya.

Karena demam tak kunjung reda, Pia membawa AYP ke rumah sakit. Namun nahas, nyawanya tak tertolong lagi dan korban dinyatakan meninggal dunia pada Selasa 25 Maret sore. “Karena gembung dikasih obat, ternyata dia muntah.”

BACA JUGA..  Ayah Tembaki 7 Anak Kandung

Dokter sempat bilang AYP meninggal akibat penyumbatan usus. Namun Pia dan keluarganya tak terima dan melapor ke Polrestabes Medan pada Kamis 27 Maret karena meyakini anaknya disiksa kekasihnya.

Keesokan harinya, Jumat 28 Maret, Polisi pun melakukan ekshumasi atau bongkar makam untuk autopsi jenazah supaya mengetahui penyebab pasti kematiannya. “Setelah digali polisi memang ada kekerasan berturut-turut.”(tbn)