POSMETRO MEDAN – Setelah sempat diamankan selama satu malam di Satreskrim Polresta Deliserdang. Ke 10 anak geng motor bersajam dipulangkan kepada orang tua masing masing.
Informasi dihimpun, alasan Polisi tak menahan anak anak geng motor ini karena masih sekolah ada yang SMP dan SMA.
Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polresta Deliserdang Kompol Risqi Akbar pada wartawan.
” Iya mereka sudah kita kembalikan ke orang tua masing masing karena masih sekolah, ada yang masih SMP dan SMA itu salah satu pertimbangan. Selain itu alasan lain karena tidak terpenuhi unsur pidananya, dalam UU darurat terkait Sajam diamankan barang buktinya harus dalam penguasaannya,” sebut Risqi.
Risqi juga menyebutkan kalau terkait hal ini, pihaknya sudah menyurati pihak sekolah mereka dan memanggil orang tua untuk dilakukan pembinaan.
” Kita Surati sekolah dan panggil orang tua masing masing untuk dilakukan pembinaan,” ujar Kasat Reskrim.
Sebelumnya, sepuluh orang anak geng motor ini ditangkap petugas patroli rutin Polresta Deliserdang saat hendak tawuran dan sedang melintas di Jalan Penara Desa Perdamaian Kecamatan Tanjung Morawa pada Sabtu kemarin. Dari para anak geng motor ini diamankan sejumlah senjata tajam berbagai jenis.
Adapun yang diamankan, MFU ( 14) pelajar SMP Yapni warga Pasar II Lubukpakam, FR (14) pelajar Yapni, warga Jalan Setia Budi Kelurahan Paluh Kemiri, ID(16) Kelas 8 SMP3 L Pakam, Warga Jalan Sedar Desa Tumpatan, AFA(14) pelajar SMP3 Lubukpakam, warga Jalan Sedar Desa Tumpatan, PR ( 15) Pelajar SMKN 1 Beringin warga Jalan Sedar Desa Tumpatan, ZG(17) Pelajar Kelas 11 SMK Nusantara Lubukpakam, warga Jalan Sempurna Desa Sekip, APP(17) pelajar SMA Negeri 1 Beringin, warga Jalan Sedar Desa Tumpatan, MAFA( 14) pelajar SMP N 3 Lubukpakam, warga Jala Sumber Rejo Blok VI Lubukpakam, RS (14) pelajar SMP N 3 Lubukpakam, Jalan prona, warga Kelurahan Pertapahan, Lubukpakam dan RT (14) pelajar SMP AKP Beringin warga, Dusun Karya 1 Desa Pasar Sore Kecamatan, Beringin.
Meski sudah dilepaskan, penangkapan anak anak geng motor yang meresahkan masyarakat ini sudah viral beredar di media sosial dan mendapat tanggapan positif dari masyarakat untuk diberi hukuman yang tegas agar menjadi pelajaran bagi orang tua dan pelaku geng motor.
Korban juga sudah berjatuhan baik harta benda hingga nyawa, akibat kebrutalan anak anak geng motor. Warga berharap ada efek jera agar ini tak terus berkembang dan menjadi trend dikalangan remaja karena hukum yang tak tegas.( Wan)
EDITOR : Rahmad











